![]() |
| Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis. |
Padang Pariaman, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memfokuskan langkah pada percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana alam, setelah merampungkan penyediaan hunian sementara (huntara).
Bupati John Kenedy Azis dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Data Rumah Rusak Akibat Bencana Alam di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (27/1/2026).
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh bupati dan dihadiri Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, serta seluruh camat di daerah itu.
Agenda utama rapat adalah memastikan keakuratan dan validitas data kerusakan rumah sebagai dasar kebijakan lanjutan, khususnya pembangunan huntap.
John Kenedy Azis menegaskan, pemerintah daerah kini memasuki fase krusial pemulihan permanen pascabencana. Menurut dia, seluruh tahapan penanganan harus berjalan tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
“Peresmian huntara bukan akhir, melainkan jembatan menuju huntap. Tugas kita memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian tetap yang layak, aman, dan berkelanjutan,” kata John Kenedy Azis.
Berdasarkan hasil validasi dan verifikasi terbaru, tercatat 1.401 unit rumah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 499 unit mengalami rusak ringan, 110 unit rusak sedang, dan 812 unit rusak berat. Pada kategori rusak berat, sebanyak 76 unit rumah hanyut dan 281 unit harus direlokasi.
Bupati menjelaskan, dari rumah rusak berat yang ditangani, sebagian warga telah menempati huntara, sementara lainnya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600.000 per bulan selama enam bulan.
Ia menegaskan, penerima huntara tidak menerima DTH dan sebaliknya, namun seluruh warga terdampak dipastikan akan memperoleh hunian tetap.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pemulihan ekonomi warga pascabencana. Bantuan akan diberikan sesuai mata pencaharian masyarakat yang terdampak, seperti penyediaan peralatan bengkel bagi montir, bantuan ternak ayam atau itik, serta dukungan usaha produktif lainnya.
Untuk mendukung kelancaran program, bupati meminta pemerintah kecamatan hingga nagari aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait skema penanganan pascabencana, mulai dari huntara, DTH, hingga huntap.
“Ini adalah hak masyarakat. Semua pihak harus bekerja maksimal, satu data, satu arah, dan satu tujuan, demi pemulihan Padang Pariaman yang lebih baik,” ujar John Kenedy Azis.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk terus bekerja konsisten dan optimistis agar pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan, sehingga warga terdampak bencana dapat kembali hidup layak, aman, dan bermartabat. (suger)


