Notification

×

Iklan

Silek Tradisi Minangkabau Jadi Ekstrakurikuler Wajib di Sekolah

Selasa, 27 Januari 2026 | 00:33 WIB Last Updated 2026-01-26T19:11:59Z

Pencanangan Silek Tradisi masuk kurikulum.

Padang, Rakyatterkini.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB.

Kebijakan ini diluncurkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, sebagai langkah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.

Meskipun acara peluncuran berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan ribuan pelajar dari berbagai sekolah serta jajaran IPSI di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Vasko Ruseimy menekankan bahwa program ini bukan sekadar mengajarkan bela diri, tetapi bertujuan menanamkan karakter, etika, dan jati diri generasi muda Minangkabau. Kebijakan ini menandai pelaksanaan serentak ekstrakurikuler Silek Tradisi di seluruh sekolah menengah di Sumbar.

“Hari ini, Silek Tradisi Minangkabau resmi menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Ini adalah kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan bersama,” tegas Vasko.

Ia menambahkan, silek tradisi mengandung nilai luhur adat, musyawarah, etika sosial, serta spiritualitas yang selaras dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Melalui jalur pendidikan formal, nilai-nilai ini diharapkan tertanam kuat sejak usia sekolah.

“Silek bukan sekadar latihan fisik. Di dalamnya terkandung adab, etika, dan cara membangun hubungan sosial yang berakar pada budaya. Inilah warisan yang ingin kita serahkan kepada generasi muda Sumatera Barat,” jelasnya.

Vasko juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk mengembalikan kejayaan silek tradisi yang sempat memudar akibat perkembangan zaman. Ia berharap generasi muda dapat menjadikan silek Minangkabau sebagai identitas yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya sudah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025, meski belum terstandarisasi. Saat ini, telah tersedia modul pembelajaran yang baku dan terstruktur.

“Dengan modul standar ini, pelaksanaan silek tradisi dapat berjalan seragam di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumatera Barat,” ujar Habibul. Ia menambahkan, ekstrakurikuler ini terintegrasi dengan program wajib lain di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.

Acara peluncuran juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi; Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi; jajaran pimpinan OPD terkait; pengurus IPSI Provinsi dan kabupaten/kota; serta para tuo-tuo silek se-Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update