Agam, Rakyatterkini.com – PT Brantas Abipraya (Persero) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan upaya nyata untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur yang terdampak, termasuk rehabilitasi masjid dan pembangunan sekolah.
Untuk masjid, dua bangunan di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menjadi fokus perbaikan, yakni Masjid Taqwa Muhammadiyah Cabang Salareh Aia dan Masjid Syuhada.
Kedua masjid mengalami kerusakan sedang. Pihak PT Brantas Abipraya dan Kementerian PU menargetkan rehabilitasi selesai sebelum Ramadan.
Suarto Khatib Basa, pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Cabang Salareh Aia, menyampaikan bahwa kondisi masjid sangat memprihatinkan setelah diterjang bencana. Lumpur dan kayu memenuhi bangunan dan merusak fasilitasnya.
“Kami dari pengurus dan jamaah sangat berharap masjid ini bisa kembali berfungsi,” ujar Suarto, Kamis (29/1/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan rehabilitasi masjid dari PT Brantas Abipraya dan Kementerian PU. Perbaikan mencakup dinding, tiang, plafon, pengecatan, serta pembangunan pagar.
“Terima kasih atas dukungan Kementerian PU dan PT Brantas Abipraya. Perbaikan ini sangat penting menjelang Ramadan agar kami bisa kembali mengadakan buka bersama dan tarawih di masjid,” tambahnya.
Suarto berharap proses rehabilitasi dapat berlanjut hingga pembangunan lantai dua sesuai rencana pengurus dan jamaah.
Sementara itu, dua sekolah yang terdampak juga akan dibangun ulang, yaitu MTs Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah Salareh Aia. Ade Ibnu Yasri, Pelaksana Lapangan PT Brantas Abipraya, menjelaskan bahwa kedua sekolah mengalami kerusakan berat dan berada di zona merah, sehingga harus dibangun di lokasi baru.
“Sekolah tidak bisa dibangun di tempat semula. Proses pengurusan izin lahan baru sedang dilakukan, setelah itu langsung dibangun oleh Kementerian PU,” jelas Ade.
Ia menambahkan, rehabilitasi masjid telah berlangsung dua minggu dan ditargetkan selesai sebelum Ramadan. “Struktur bangunan masjid tidak terlalu terdampak. Kami fokus pada perbaikan arsitektural seperti dinding, plesteran, dan pengecatan,” imbuhnya.
Ade menekankan bahwa tujuan utama perbaikan masjid adalah agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman menjelang bulan suci. “Kami mengembalikan kondisi masjid seperti semula, agar siap digunakan untuk ibadah,” tutupnya.(da*)


