Notification

×

Iklan

Penyintas Banjir Agam Mulai Tinggal di Hunian Sementara

Minggu, 25 Januari 2026 | 14:17 WIB Last Updated 2026-01-25T07:17:00Z

Penyintas bencana sedang menyusun perlengkapan tempat tinggal di hunian sementara

Lubukbasung, Rakyatterkini.com– Sebagian besar korban bencana banjir bandang dan longsor di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Sabtu (24/1/2026) malam.

Perpindahan para penyintas dilakukan setelah huntara diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis.

Sejak sore hingga malam, warga terlihat memindahkan kasur, peralatan masak, kompor gas, pakaian, dan perlengkapan lain dari lokasi pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak. Barang-barang tersebut dibawa menggunakan gerobak dorong maupun dipikul secara manual sebelum disusun di dalam unit hunian masing-masing.

“Saya mulai memindahkan kasur, alat masak, kompor gas, dan pakaian sejak sore. Sesampainya di sini, langsung kami susun di dalam ruangan,” ujar Erna Fitrina, salah seorang penyintas.

Anak-anak pun terlihat bermain dengan ceria di halaman huntara, berlarian sambil bermain mobil-mobilan, menciptakan suasana hangat di tengah masa pemulihan pascabencana.

Erna menjelaskan bahwa perlengkapan tempat tinggal yang mereka gunakan merupakan bantuan BNPB untuk menghuni 117 unit huntara yang disediakan. Malam itu menjadi malam pertama bagi Erna dan keluarganya menempati hunian sementara, setelah sebelumnya mereka menumpang di rumah keluarga di Kayu Pasak karena rumah mereka di Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, hancur tersapu banjir bandang.

“Rumah kami habis, hanya tersisa lantai. Saat bencana terjadi, kami sedang berada di Kota Bukittinggi untuk membawa orang tua berobat,” ungkapnya.

Penyintas lain, Melisa, mengatakan rumahnya di Gunggun, Nagari Salareh Aia, masuk zona merah karena berada di aliran Sungai Batang Nanggang, yang terdampak langsung banjir bandang. “Bagian depan dan belakang rumah terbawa arus, sehingga dinyatakan zona merah,” ujarnya.

Melisa bersyukur dengan adanya hunian sementara yang layak dan berharap pemerintah segera membangun hunian permanen bagi para korban.

Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, seluruh 117 unit huntara telah siap dan dapat segera dihuni. “Masyarakat kini bisa menempati hunian sementara yang telah disediakan,” katanya.

Bencana yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025, berupa banjir bandang, tanah longsor, dan banjir, menelan 166 korban jiwa, 36 orang hilang, 2.284 rumah rusak, 121 unit sekolah terdampak, serta kerusakan pada berbagai fasilitas umum. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp6,51 triliun, meliputi 16 kecamatan di Kabupaten Agam.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update