Notification

×

Iklan

Pemulihan Jalan Malalak Ditinjau Menteri PU

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:33 WIB Last Updated 2026-01-30T06:33:00Z

Andre Rosiade, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU)

Agam, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk meninjau langsung kondisi Jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (28/1/2026). 

Kunjungan ini menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur penting pascabencana hidrometeorologi yang sempat mengganggu aktivitas warga.

Jalan Malalak merupakan jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumbar. Banjir bandang pada 26 November 2025 menyebabkan jembatan putus dan kerusakan parah di beberapa titik, sehingga aktivitas ekonomi berhenti, pasar tutup, dan akses pendidikan terhambat karena warga terpaksa menyeberangi sungai.

Andre Rosiade menekankan bahwa kehadiran Menteri PU di lokasi merupakan bukti nyata negara hadir untuk menjamin keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak. Ia menegaskan, pemulihan Jalan Malalak harus dilakukan secara menyeluruh dan permanen.

“Jembatan sempat putus total dan aktivitas warga lumpuh. Anak-anak harus menyeberang sungai untuk ke sekolah. Penanganan harus cepat, tapi juga aman dan tahan lama,” ujar Andre.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang dua Jembatan Bailey sebagai solusi darurat agar mobilitas dan distribusi logistik tetap berjalan. Pemasangan jembatan darurat ini selesai dalam waktu sekitar dua minggu pascabanjir.

“Selain jembatan sementara, kami tengah menyiapkan desain jembatan permanen. Kondisi di Malalak cukup menantang karena topografi curam, rawan longsor, dan berada di kawasan hutan lindung serta cagar budaya. Jadi desain harus matang,” jelas Dody.

Kementerian PU juga sedang mengkaji pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi bencana. Infrastruktur ini dirancang untuk menahan material dari pegunungan yang bermuara di kilometer 74, titik yang sebelumnya terputus akibat banjir, sekaligus mencegah isolasi jalan di masa depan.

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar melalui APBN 2026–2027 untuk mendukung pemulihan Jalan Malalak secara menyeluruh. Dana ini mencakup perbaikan jalan, pembangunan jembatan permanen, dan mitigasi bencana jangka panjang.

Selain jalan dan jembatan, Kementerian PU juga mulai memulihkan jaringan irigasi yang rusak. Pemulihan irigasi dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dengan anggaran sekitar Rp400 miliar. Hal ini penting karena sebagian besar warga Malalak bergantung pada pertanian.

Menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran, Dody memastikan Jembatan Bailey tetap berfungsi untuk menjaga kelancaran distribusi logistik. Kementerian PU juga menyiapkan langkah antisipasi pasokan air bersih, termasuk pembangunan sumur bor di masjid-masjid jika terjadi gangguan.

Program Padat Karya juga digulirkan untuk mendukung pemulihan ekonomi warga terdampak. Sekitar 40 ribu tenaga kerja lokal dilibatkan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, ekonomi masyarakat terdampak bencana harus tetap berjalan. Maka warga dilibatkan langsung dalam program Padat Karya,” tegas Dody.

Peninjauan ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo, serta jajaran pemerintah pusat dan daerah lainnya.

Gubernur Mahyeldi menyambut baik komitmen pemerintah pusat dan menilai penanganan Jalan Malalak krusial untuk kelancaran konektivitas dan pemulihan ekonomi Sumatera Barat.

“Jalan Malalak sangat vital. Kami berharap pemulihannya cepat, aman, dan berfokus pada mitigasi bencana di masa depan,” pungkas Mahyeldi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update