Padang, Rakyatterkini.com — Menyambut pergantian tahun, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengadakan kegiatan zikir, doa bersama, dan tabligh akbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Rabu (31/12/2025).
Acara yang terbuka untuk umum ini dimaksudkan sebagai momen refleksi bagi masyarakat Sumbar di penghujung tahun.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan untuk menutup tahun dengan memperbanyak doa, melakukan introspeksi diri, serta memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.
“Pergantian tahun kita jadikan kesempatan bermuhasabah, mendoakan daerah dan bangsa agar selalu dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari bencana, serta diberkahi setiap langkah ke depan,” ujar Mahyeldi.
Gubernur berharap melalui zikir dan doa bersama ini, Sumatera Barat dan Indonesia memperoleh kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan, terutama pascabencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di provinsi ini.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumbar, Al Amin, menjelaskan rangkaian acara dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan zikir, doa, dan tabligh akbar.
“Zikir dan doa dipimpin Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Ustaz Rahimul Amin, sementara tabligh akbar dibawakan Dr. Sofyan Hadi,” jelasnya.
Selain itu, dalam acara juga akan ada arahan dari Gubernur dan Kapolda Sumbar. Al Amin mengajak masyarakat untuk hadir langsung atau mengikuti melalui siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube Dinas Kominfotik Sumbar.
Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451/490/XII/Kesra-2025 tertanggal 23 Desember 2025, yang menegaskan larangan perayaan Tahun Baru dengan kegiatan hura-hura.
Larangan ini diberlakukan karena sejumlah wilayah di Sumbar masih berduka akibat bencana hidrometeorologi. Menurut Gubernur, kebijakan tersebut bukan untuk mengurangi kebahagiaan, tetapi mengajak masyarakat merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bermakna, sederhana, dan bermanfaat sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap korban bencana.(da*)


