Notification

×

Iklan

Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Pascabencana di Sumbar

Kamis, 29 Januari 2026 | 02:00 WIB Last Updated 2026-01-28T19:00:00Z

Andre Rosiade mendampingi kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) 

Padang, Rakyatterkini.com– Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana melalui dukungan langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Sejumlah proyek prioritas, khususnya pembangunan jalan dan jembatan, telah masuk dalam agenda Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah sekaligus penguatan konektivitas antardaerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Menteri PU Dody Hanggodo ke Sumatera Barat bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Rabu (27/1/2026). Dalam kesempatan itu, beberapa proyek infrastruktur berskala besar diumumkan kepada masyarakat.

Andre Rosiade mengungkapkan, Kementerian PU akan memberikan diskresi khusus untuk menangani perbaikan ruas jalan provinsi Alahan Panjang–Solok hingga Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang selama ini mengalami kerusakan berat. 

Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar empat jam menjadi hanya 40 menit.

“Insya Allah, Pak Menteri akan melakukan intervensi agar pendanaan dari APBN bisa segera turun. Usulan dari Pak Gubernur sekitar Rp275 miliar, dan ini sangat penting karena jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat,” ujar Andre yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI.

Selain perbaikan jalan, pemerintah pusat juga memastikan percepatan pembangunan kembali Jembatan Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan tersebut tercatat telah dua kali ambruk akibat derasnya aliran sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa saat ini Balai Teknik Sungai dan Sumber Daya Air tengah melakukan kajian cepat terkait pembangunan jembatan tersebut. Ia menargetkan proses perencanaan selesai dalam waktu satu bulan agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.

“Permasalahan utama Jembatan Sikabu berada pada kondisi sungainya. Karena itu desainnya harus benar-benar tepat, namun kami upayakan agar prosesnya dipercepat,” jelas Dody.

Di sektor jalan nasional dan provinsi, Andre Rosiade juga memastikan kelanjutan pembangunan ruas jalan Payakumbuh–Sitangkai dengan nilai anggaran Rp75 miliar yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. 

Selanjutnya, pembangunan akan diteruskan ke ruas Sitangkai–Batusangkar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2026 dengan estimasi anggaran lebih dari Rp100 miliar.

“Ini merupakan perintah langsung Presiden. Pembangunan jalan provinsi di Tanah Datar akan dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui program Inpres Jalan Daerah,” tegas Andre.

Menteri PU menambahkan, pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui konsep Build Back Better, yakni membangun kembali infrastruktur pascabencana dengan kualitas yang lebih baik dan lebih tangguh. 

Jalan-jalan strategis tersebut juga diprioritaskan untuk memperlancar distribusi logistik dan pangan, terutama dari wilayah Solok menuju Pesisir Selatan.

Melalui intervensi langsung pemerintah pusat, Sumatera Barat diharapkan memiliki infrastruktur yang lebih kuat, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update