Notification

×

Iklan

Padang Mulai Bangun Hunian Tetap Korban Banjir

Senin, 26 Januari 2026 | 16:44 WIB Last Updated 2026-01-26T09:44:00Z

Pemerintah Kota Padang memulai pembangunan Hunian 

Padang, Rakyatterkini.com – Harapan baru mulai hadir bagi ratusan warga Kota Padang yang terdampak banjir bandang akhir November lalu. Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, pada Senin (26/1/2026).

Langkah relokasi ini menjadi solusi jangka panjang, memindahkan warga dari zona rawan bencana ke lokasi yang lebih aman. Pembangunan huntap ini terlaksana berkat kerja sama antara Pemko Padang dan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Padang, Didi Aryadi, menyatakan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau kesiapan lahan beberapa hari lalu.

“Ini bentuk perhatian kami kepada korban banjir bandang. Kami berharap hunian baru ini bisa menjadi tempat yang layak dan aman bagi mereka,” ujar Didi.

Pemilihan lokasi di Bumi Perkemahan Pramuka, Balai Gadang, bukan tanpa pertimbangan. Lahan milik Pemko tersebut telah melalui kajian geologis mendalam untuk memastikan keamanan penghuni di masa depan.

“Lokasi huntap ini sudah diverifikasi Badan Geologi Nasional. Tanahnya aman dari risiko gempa, dan karena berada di ketinggian, juga relatif aman dari potensi tsunami,” tambah Didi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, memaparkan rincian teknis pembangunan. Di lahan seluas 2,9 hektare akan dibangun 209 unit rumah untuk warga yang saat ini masih tinggal di hunian sementara dan Rusunawa Lubuk Buaya.

Rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dengan luas tanah masing-masing 78 meter persegi. Desain kopel diterapkan untuk efisiensi lahan, namun tetap menjaga privasi penghuni. “Konsep kopel, dua rumah jadi satu. Jarak antar rumah satu meter,” jelas Tri.

Pembangunan fisik akan dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi mulai hari ini. Kahar, perwakilan pekerja sosial yayasan, menjamin kualitas bangunan sesuai standar rumah layak huni.

Material yang digunakan terdiri dari dinding bata merah, atap seng, dan rangka baja ringan yang lebih fleksibel menghadapi guncangan gempa. Setiap rumah akan memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur.

Selain bangunan utama, fasilitas pendukung juga disiapkan. Setiap unit dilengkapi instalasi listrik dan air bersih, sehingga warga dapat langsung menempati rumah tanpa repot.

Dengan pembangunan ini, diharapkan korban banjir bandang segera memiliki hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dari ancaman bencana di masa mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update