![]() | ||
| Kunjungan rombongan KONI Lampung ke kantor KONI Sumbar. |
Padang, Rakyatterkini.com – Perebutan hak menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 di Sumatera mulai memunculkan dinamika menarik.
Upaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung untuk menggalang dukungan dari provinsi lain di Pulau Sumatera menghadapi tantangan strategis saat melakukan kunjungan ke Sumatera Barat.
Rombongan KONI Lampung yang dipimpin Wakil Ketua Umum II, Riagus Ria, melakukan kunjungan resmi ke markas KONI Sumatera Barat di Padang, Jumat (30/1/2026). Tujuan utama kunjungan ini adalah meminta dukungan Sumatera Barat bagi duet Lampung–Banten sebagai calon tuan rumah PON 2032.
Dalam pertemuan tersebut, Riagus menjelaskan keseriusan Lampung dan Banten yang telah resmi mendaftar ke KONI Pusat serta siap mengikuti seluruh tahapan seleksi atau bidding.
“Kami bersama Banten telah mendaftar resmi dan siap mengikuti semua proses. Konsolidasi terus dilakukan, dan sebagian besar sahabat di Sumatera sudah memberikan sinyal positif,” kata Riagus.
Riagus juga memaparkan strategi pembagian wilayah dukungan. KONI Lampung bertugas mengamankan provinsi-provinsi di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, dan Maluku, sementara KONI Banten fokus mengonsolidasikan Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.
Ia menyebut Aceh, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung sudah memberikan dukungan resmi, sementara Riau, Bengkulu, dan Sumatera Utara secara lisan menyatakan kesiapannya.
“Kami optimistis Sumatera akan solid mendukung Lampung–Banten. Meski masih ada beberapa yang belum terkonfirmasi, komunikasi terus kami jaga,” tambah Riagus.
Namun, upaya Lampung untuk memperoleh dukungan tertulis dari Sumatera Barat harus tertunda. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyambut rombongan dengan diplomatis namun tegas.
Ia mengapresiasi langkah KONI Lampung sebagai bentuk komunikasi positif antar-insan olahraga, tetapi menegaskan Sumbar belum bisa memberikan dukungan resmi karena memiliki rencana strategis lain.
“Kami menghargai keseriusan KONI Lampung. Namun saat ini, Sumatera Barat bersama Bengkulu juga tengah menjajaki peluang menjadi tuan rumah PON secara bersama,” ujar Hamdanus. Pernyataan ini menunjukkan potensi terbentuknya poros baru dalam persaingan tuan rumah PON 2032.
Hamdanus menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh mekanisme dan tahapan yang ditetapkan KONI Pusat. “Proses ini akan kami ikuti sesuai regulasi yang berlaku,” pungkasnya.
Sesuai jadwal, pendaftaran calon tuan rumah ditutup pada 1 Mei 2026. Tahapan berikutnya meliputi visitasi dan verifikasi arena pada Juni 2026, yang akan berlanjut pada validasi dan penetapan resmi pada Juli 2026. (da*)


