Jakarta, Rakyatterkini.com – Jenazah Capt. Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang menjadi salah satu korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, akan segera dimakamkan.
Pemakaman dijadwalkan berlangsung hari ini, Minggu (25/1), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa.
Menurut laporan Antara pada Sabtu (24/1/2026), pemilihan TPU Ranca Sadang sebagai lokasi pemakaman karena lokasinya dekat dengan kediaman almarhum di Perumahan PWS Tigaraksa, RW/RT 03/06, Desa Margasari.
“Rencananya jenazah Capt. Andy Dahananto akan dimakamkan di TPU Ranca Sadang hari ini oleh keluarga,” ungkap Ketua RT 06 Perumahan PWS Tigaraksa, Franciscus Nasir.
Nasir menambahkan, pihak keluarga telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk prosesi pemakaman, termasuk ambulans, liang lahat, serta tempat ibadah untuk shalat jenazah jika diperlukan. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada siang hari, setelah jenazah sebelumnya menjalani upacara penghormatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Jenazah diperkirakan tiba di rumah duka pada siang hari, dan kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, mulai penyambutan, pemakaman, hingga fasilitas ibadah,” kata Nasir.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, pemakaman akan dihadiri sejumlah pejabat, baik dari IAT maupun KKP, meskipun kepastian daftar hadir masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Sejak Sabtu malam (24/1), rumah duka mulai ramai dikunjungi petugas serta dihiasi karangan bunga duka cita.
“Sejak sore, beberapa petugas KKP sudah hadir di rumah duka, namun daftar lengkap tamu yang hadir belum ada,” tambah Nasir.
Berdasarkan informasi ANTARA, jenazah Capt. Andy Dahananto diterbangkan dari Makassar ke Jakarta pada pukul 21.30 WIT, mendarat di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bersama sembilan jenazah korban lainnya.
Kesepuluh jenazah ini akan menjalani upacara penghormatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Minggu (25/1/2026) sebelum diserahkan secara langsung kepada keluarga oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. (da*)


