Notification

×

Iklan

Henti Jantung Mendadak, CPR Bisa Selamatkan Nyawa

Minggu, 25 Januari 2026 | 09:34 WIB Last Updated 2026-01-25T02:34:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kematian selebgram Lula Lahfah akibat henti jantung mendadak menarik perhatian publik sekaligus mengingatkan akan risiko kondisi medis yang bisa terjadi kapan saja.

Henti jantung sering muncul tanpa gejala, sehingga pemahaman mengenai pertolongan pertama, seperti CPR, menjadi krusial untuk menyelamatkan nyawa.

Henti jantung mendadak bisa berakibat fatal jika korban terlambat mendapat penanganan. Dalam banyak kasus, korban tiba-tiba kehilangan kesadaran dan denyut nadi, sementara waktu penyelamatan yang efektif hanya berlangsung beberapa menit.

Menurut Cleveland Clinic, langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan masyarakat awam adalah CPR atau resusitasi jantung paru. Tindakan ini bertujuan menjaga aliran darah ke otak dan organ vital hingga bantuan medis profesional tiba.

American Heart Association menjelaskan, CPR adalah prosedur darurat yang dilakukan saat jantung berhenti berdetak. Dengan tindakan ini, peluang korban bertahan hidup dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat.

CPR dilakukan dengan memberikan kompresi dada untuk mempertahankan sirkulasi darah secara manual. Dengan aliran darah tetap berjalan, risiko kerusakan otak permanen dapat ditekan hingga bantuan medis siap menanganinya.

Bagi masyarakat umum, CPR dapat dilakukan tanpa napas buatan. Teknik ini cukup dengan menekan bagian tengah dada korban secara cepat dan kuat. 

Meski terlihat sederhana, ada beberapa prinsip penting agar CPR efektif: meminimalkan jeda antar kompresi, menekan dengan kedalaman dan kecepatan tepat, tidak bersandar pada tubuh korban, menempatkan tangan di posisi tengah dada, serta menghindari ventilasi berlebihan.

Jika CPR telah dilakukan namun korban belum menunjukkan respons, segera hubungi layanan darurat atau tenaga medis terdekat. Semakin cepat bantuan profesional datang, semakin besar peluang korban untuk selamat.

Kasus Lula Lahfah menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan darurat bukan hanya tanggung jawab tenaga medis. Pengetahuan dasar CPR di masyarakat bisa menjadi garis pertahanan pertama yang menentukan antara hidup dan mati.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update