Notification

×

Iklan

Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol karena Wabah ASF

Rabu, 07 Januari 2026 | 11:33 WIB Last Updated 2026-01-07T04:33:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi melarang masuknya daging babi dan produk turunannya dari Spanyol. Kebijakan ini diambil menyusul laporan wabah African Swine Fever (ASF) yang terjadi di negara tersebut.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, mengatakan, “Berdasarkan informasi dari World Organisation for Animal Health (WOAH), seluruh unit pelaksana teknis Barantin dan petugas karantina diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengawasan terhadap lalu lintas daging babi dan produk terkait dari Spanyol,” dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (6/1/2025).

Barantin menegaskan, larangan ini berlaku hingga situasi kesehatan hewan di Spanyol dinyatakan pulih oleh WOAH. Apabila terdapat upaya pemasukan daging babi atau produknya dari Spanyol, pihak berwenang akan melakukan tindakan karantina berupa penolakan atau pemusnahan barang.

WOAH mencatat wabah ASF ini sebagai “recurrence of an eradicated disease”, yaitu kemunculan kembali penyakit yang sebelumnya telah dinyatakan bebas sejak 1994 dan saat ini kembali mewabah.

Tentang African Swine Fever (ASF)
ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan bisa menimbulkan kematian hingga 100 persen pada ternak yang terinfeksi. Virus ASF memiliki daya tahan tinggi di lingkungan dan relatif sulit dihancurkan oleh desinfektan.

Meski ASF tidak membahayakan manusia, penyakit ini berpotensi menghancurkan populasi babi dan menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi peternakan. Virus ini dapat bertahan hidup pada pakaian, sepatu bot, roda, dan berbagai produk daging babi seperti ham, sosis, atau bacon. Oleh karena itu, mobilitas manusia dan distribusi barang menjadi faktor penting dalam penyebaran ASF.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update