Notification

×

Iklan

Hulu Sungai Jadi Fokus Pencegahan Banjir Bandang Agam

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:33 WIB Last Updated 2026-01-03T12:50:48Z

Pasca banjir bandang di Maninjau, Agam.

Agam, Rakyatterkini.com – Bupati Agam Benni Warlis menegaskan perlunya penanganan komprehensif terhadap Sungai Muaro Pisang di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Upaya tersebut dinilai harus dilakukan secara teknis dan menyeluruh, terutama pada wilayah hulu sungai, guna mencegah terjadinya banjir bandang susulan.

Menurut Benni, persoalan utama Sungai Muaro Pisang berada di bagian hulu yang terdampak longsor. Oleh karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kajian berbasis keilmuan. Hal ini telah ia sampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS) V.

“Penanganan sungai harus dilakukan secara teknis dan ilmiah, khususnya di bagian hulu, agar kejadian banjir bandang tidak kembali terulang,” ujar Benni Warlis di Lubuk Basung, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, selama ini langkah penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara dan lebih terfokus pada area hilir sungai, seperti pembersihan material longsor yang menghambat aliran air. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan satu unit alat berat tertimbun material longsor saat proses pembersihan pada Rabu (31/12/2025) malam.

“Peristiwa ini menjadi bukti bahwa penanganan tidak bisa hanya dilakukan dari bagian bawah. Permasalahan harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga pergerakan material ke hilir,” tegasnya.

Benni berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama BWS V dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan kajian teknis mendalam. Termasuk di antaranya kemungkinan pembangunan bangunan pengendali air agar material longsor tidak terbawa hingga ke kawasan permukiman warga.

Ia mengungkapkan, aliran Sungai Muaro Pisang mulai mengalami penyumbatan setelah terjadi longsor di tebing jalan Kelok 28 dan Kelok 42, Matur Mudik, Kecamatan Matur, pada akhir November 2025. 

Longsor kembali terjadi di Kelok 25, Matua Mudik, Kecamatan Matur, pada Rabu (31/12/2025), yang menyebabkan sungai tertimbun material dan mengubah arah aliran air menuju Simpang Maninjau.

Akibat rangkaian peristiwa tersebut, sebanyak 160 kepala keluarga atau 428 jiwa terdampak banjir bandang dan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Selain itu, material banjir juga menimbun ruas jalan provinsi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang kurang lebih 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter, sehingga akses lalu lintas terputus total.

“Saat ini alat berat masih dikerahkan untuk membersihkan material. Namun warga masih diliputi kekhawatiran jika banjir bandang kembali terjadi,” pungkas Benni Warlis. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update