Padang, Rakyatterkini.com – Holiday Travel menyelenggarakan tabligh akbar sekaligus reuni akbar bagi para alumni jemaah umroh di Hotel ZHM Padang, Sabtu (10/1/2026). Acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kegiatan menghadirkan penceramah Ustaz Prof. Duski Samad, serta diikuti Direktur Utama Holiday Travel, Buya Zul Apendi; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumbar, Edi Darma; dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sumbar, Dr. HM Rifki.
Secara resmi, tabligh akbar dan reuni dibuka oleh Kabiro Kesra Edi Darma yang mewakili Gubernur Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Edi Darma menyampaikan apresiasi atas upaya Holiday Travel dalam menjaga silaturahmi dengan para alumni jemaah sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
Direktur Utama Holiday Travel, Buya Zul Apendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momen untuk memperkenalkan layanan umroh Holiday Travel kepada publik.
“Acara ini penting untuk menunjukkan bahwa Holiday Travel, milik urang awak, hadir di kampung awak. Pengelola, pembimbing, dan ustad-ustadnya semuanya urang awak. Insya Allah, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Sejak 2022, tahun pertama secara resmi memberangkatkan jemaah, Holiday Travel mencatat peningkatan signifikan hingga lima kali lipat. “Hingga kemarin, hampir 600 jemaah berangkat. Total sudah sekitar 3.000 jemaah, dan awal 2026 nanti kami akan memberangkatkan rombongan ke-61,” tambah Zul Apendi.
Sementara itu, Plt Kakanwil Kemenhaj Sumbar, Dr. HM Rifki, menekankan rencana penguatan layanan umroh di daerah. Ke depan, pola pemberangkatan akan disusun menyerupai sistem haji, mulai dari pemusatan jemaah, pemanfaatan asrama haji sebagai tempat penginapan, hingga koordinasi lintas provinsi.
“Langkah ini bertujuan membangun ekosistem penyelenggaraan umroh yang lebih tertata, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi Sumatera Barat melalui regulasi daerah,” jelas Rifki.
Rifki juga mengapresiasi inisiatif Holiday Travel dalam mengadakan reuni jemaah. Ia mendorong agar kegiatan serupa ke depan dilengkapi program pembinaan berkelanjutan, seperti kelas pendalaman fikih umroh dan pelatihan penyelenggaraan jenazah.
“Kegiatan seperti ini penting agar hubungan jemaah dengan penyelenggara tidak berhenti setelah umroh, melainkan terus berlanjut melalui pembinaan keagamaan,” ujarnya.
Tabligh akbar dan reuni ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarjemaah sekaligus meningkatkan kesiapan spiritual dalam menunaikan ibadah umroh sesuai tuntunan syariat.(da*)


