Notification

×

Iklan

BNNK Gunungsitoli Hadapi Tantangan Penanganan Narkoba

Kamis, 01 Januari 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2025-12-31T17:16:00Z

BNNK Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut) melakukan razia ABK

Nias, Rakyatterkini.com — Penanganan kasus narkotika di Kota Gunungsitoli menghadapi tantangan berat dalam dua tahun terakhir. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Gunungsitoli tidak memperoleh alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat untuk kegiatan penindakan.

Meski demikian, BNNK tetap menjalankan fungsi strategisnya dengan aktif, mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Keterbatasan anggaran membuat institusi ini mengoptimalkan mekanisme Tim Assessment Terpadu (TAT) dan menindaklanjuti kasus-kasus yang diungkap Polres Nias dan Polres Nias Selatan.

Kepala BNNK Gunungsitoli AKBP Arifeli Zega menjelaskan, TAT memegang peran penting dalam menentukan langkah penanganan terhadap terduga penyalahguna narkotika, apakah melalui jalur hukum atau rehabilitasi. Sepanjang periode penanganan, asesmen TAT mencatat 24 orang menjalani rehabilitasi rawat inap, 15 orang rawat jalan, dan dua orang diproses melalui lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan.

Selain itu, BNNK mencatat sebanyak 110 warga binaan Lapas Kelas II B Gunungsitoli terkait kasus narkotika, merupakan akumulasi kasus beberapa tahun terakhir yang masih menjalani masa pidana.

Data kepolisian menunjukkan, Polres Nias Selatan menangani 22 laporan kasus narkotika, dengan 16 di antaranya telah lengkap atau P21, empat dihentikan melalui mekanisme SP3 atas rekomendasi TAT, dan dua masih dalam penyidikan. Polres Nias menangani 45 laporan, dengan rincian 19 P21, 22 SP3 melalui TAT, serta empat masih berproses.

Dalam kondisi minim dukungan anggaran, BNNK Gunungsitoli lebih memfokuskan strategi pada pencegahan melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pada 2025, BNNK meluncurkan program Desa Bersinar dan Keluarga Bersinar di Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kecamatan Gunungsitoli.

Program ini mencakup bimbingan teknis bagi 30 penggiat P4GN desa, edukasi anti narkoba bagi 20 kepala keluarga, dan sosialisasi ke 61 komunitas dengan total 8.128 peserta. Deteksi dini juga dilakukan melalui tes urine terhadap 105 orang, enam di antaranya positif menggunakan narkotika.

Katim Rehabilitasi BNN Gunungsitoli Alfred Syahron Gulo dan Sub Koordinator P2M Ismed Rahmin Tanjung menekankan, tingginya kasus narkoba di Kepulauan Nias menjadi beban yang signifikan. Keduanya berharap, pada 2026 penanganan narkotika dapat didukung kebijakan dan anggaran lebih memadai agar upaya pencegahan dan rehabilitasi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update