Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat menyalurkan Dana Tunggu Harian (DTH) bagi warga terdampak bencana. Langkah ini merupakan tindak lanjut permintaan langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Gerak cepat Pemko Padang ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, yang juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah pusat atas dukungan bantuan DTH tersebut.
“Sinergi antara Pemko Padang dan pemerintah pusat patut diapresiasi. Yang terpenting sekarang adalah memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik, sehingga masyarakat benar-benar dapat berpindah dari kawasan rawan bencana,” kata Nanda Satria.
Sejak awal, Nanda menegaskan, dirinya bersama Wali Kota Padang menekankan pentingnya bantuan tunai langsung agar warga terdampak memiliki daya tahan dan fleksibilitas selama masa transisi pascabencana.
“Ini adalah langkah yang konkret, cepat, dan tepat. Bantuan DTH menjawab kebutuhan nyata masyarakat tanpa berbelit-belit, sementara Pemko Padang menyiapkan hunian tetap bagi warga terdampak,” ujarnya.
Nanda menjelaskan, penyaluran DTH sudah dimulai dan progresnya mencapai sekitar 80 persen. Bantuan diberikan sebesar Rp600.000 per bulan, dicairkan sekaligus untuk tiga bulan. Penerima bantuan adalah warga dengan rumah hanyut, rusak berat, atau berada di zona merah rawan bencana.
Dengan kebijakan ini, persoalan kekurangan hunian sementara (huntara) dinilai tidak lagi menjadi kendala. Warga yang telah menempati huntara atau memilih relokasi sementara—baik ke rumah keluarga maupun kos—dapat memanfaatkan dana DTH sesuai kebutuhan.
Meski demikian, Nanda menegaskan, kepatuhan terhadap aspek keselamatan tetap harus diutamakan.
“Saya minta dengan tegas, tidak ada warga yang tetap menempati rumah di zona merah. Relokasi adalah keharusan demi keselamatan bersama,” tutupnya.(da*)


