Notification

×

Iklan

Arab Saudi Larang AS Gunakan Wilayah Udara Serang Iran

Kamis, 15 Januari 2026 | 04:33 WIB Last Updated 2026-01-15T00:49:26Z

Negara-negara Arab memperingatkan AS tidak menggulingkan pemerintahan Iran

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sejumlah negara Arab memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mencoba menggulingkan pemerintahan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan politik dan spekulasi tentang kemungkinan serangan militer terhadap Teheran. 

Peringatan ini muncul karena khawatir dampaknya bisa sangat merugikan, terutama bagi stabilitas kawasan dan pasar minyak dunia.

Arab Saudi menjadi salah satu pihak yang bersikap paling tegas. Riyadh menegaskan tidak akan memberi izin bagi AS maupun negara lain untuk menggunakan wilayah udara mereka dalam menyerang Iran.

Sikap Saudi muncul di tengah spekulasi bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi militer dengan alasan melindungi demonstran anti-pemerintah di Iran. 

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan, pejabat Arab Saudi bahkan telah langsung meyakinkan Iran bahwa wilayah udara mereka tidak akan dipakai untuk operasi militer AS.

Selain itu, Saudi menekankan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam konflik bersenjata, jika perang kembali pecah, seperti yang sempat terjadi pada Juni 2025.

Tidak hanya Saudi, negara-negara Teluk lain, seperti Oman dan Qatar, juga menyampaikan sikap serupa. Ketiga negara secara bersama-sama meminta pemerintahan Trump untuk tidak mencoba menggulingkan rezim Iran maupun menyerang pejabat dan otoritas negara tersebut.

Menurut sumber pejabat yang dikutip WSJ, negara-negara Arab memperingatkan Washington bahwa langkah militer terhadap Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius. Salah satu kekhawatiran utama adalah gejolak di pasar minyak global, mengingat kawasan Teluk merupakan pusat produksi energi dunia.

Selain itu, instabilitas di Iran berisiko memperluas konflik di Timur Tengah, yang pada akhirnya bisa berdampak negatif pada perekonomian AS. Lonjakan harga minyak dan gangguan jalur distribusi energi global diperkirakan akan menekan ekonomi negara-negara konsumen, termasuk AS.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan tindakan militer terhadap Iran. Namun, sejumlah pejabat AS menyatakan opsi serangan masih terbuka dan dapat dijalankan jika situasi terus memburuk.

Sikap tegas negara-negara Arab menunjukkan kekhawatiran mendalam bahwa upaya menggulingkan rezim Iran tidak hanya berisiko memperparah konflik regional, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update