Notification

×

Iklan

Angin Kencang, 20 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati

Kamis, 29 Januari 2026 | 19:44 WIB Last Updated 2026-01-29T12:44:00Z

Ikan di Danau Maninjau

Agam, Rakyatterkini.com – Keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami kerugian besar setelah ikan-ikan milik para petani mati secara massal akibat angin kencang yang melanda wilayah itu beberapa hari terakhir.

Resky Bayrmanto, salah seorang petani KJA, menyampaikan bahwa ikan nila yang siap panen miliknya mencapai sekitar 20 ton. “Dari 20 petak keramba jaring apung, setiap petak berisi sekitar satu ton ikan, semuanya mati,” kata Resky di Lubuk Basung, Rabu.

Dari seluruh ikan yang ada, hanya sekitar satu ton yang berhasil diselamatkan dan telah dijual di pasar tradisional Kabupaten Agam. 

Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp600 juta, mengingat harga nila di tingkat petani saat ini cukup tinggi, yakni sekitar Rp30 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.

Kejadian ini dilaporkan terjadi di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, dan mulai terlihat sejak Minggu (25/1/2026), ketika ikan-ikan mengapung di permukaan keramba. Resky menambahkan bahwa ini merupakan kali ketiga ikan di KJA miliknya mati massal sejak banjir bandang menimpa daerah tersebut pada akhir November 2025.

Meski mengalami kerugian besar, Resky tetap berencana melanjutkan usaha budidaya ikan sebagai sumber mata pencaharian utama. Namun, ia akan mengurangi jumlah bibit dari 30 ribu menjadi 20 ribu ekor untuk menekan risiko kerugian di masa depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Rosva Deswira, mengatakan pihaknya sedang mendata total jumlah ikan yang mati akibat peristiwa ini. “Penyuluh perikanan sudah turun ke lapangan untuk mencatat kerugian yang dialami petani KJA,” ujarnya.

Menurut Rosva, kematian ikan diduga akibat berkurangnya kadar oksigen di danau pasca-terjangan angin kencang. 

Untuk mengurangi potensi kerugian, pihaknya menyarankan petani agar melakukan panen dini, memindahkan bibit ke kolam yang lebih tenang, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan lainnya. 

“Hampir setiap tahun kami mengeluarkan imbauan kepada petani KJA untuk mengantisipasi kematian ikan,” jelasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update