Notification

×

Iklan

Andre Rosiade dan Kapolda Kunjungi Nenek Korban Pengeroyokan Tambang Ilegal

Senin, 19 Januari 2026 | 03:00 WIB Last Updated 2026-01-18T20:00:00Z

Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar mengunjungi Nenek Saudah.

Pasaman, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryana, mengunjungi Nenek Saudah (67) di kediamannya di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1/2026). 

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian negara terhadap warga lansia yang menjadi korban pengeroyokan karena keberaniannya menolak aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade memberikan dukungan moril kepada Nenek Saudah dan putranya, Asparuddin. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan kekerasan atau intimidasi terhadap warga yang memperjuangkan lingkungan.

“Negara hadir dan tidak akan membiarkan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang ilegal. Nenek tidak sendirian,” tegas Andre.

Untuk menjamin keselamatan korban pascakejadian, Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryana memerintahkan pengamanan ketat di kediaman Nenek Saudah. Setiap hari, seorang personel Bhabinkamtibmas ditugaskan untuk berjaga di lokasi.

“Kami siap mengawal keamanan Nenek Saudah. Saya perintahkan satu personel Bhabinkamtibmas berjaga setiap hari di rumah ini,” ujar Gatot.

Selain pengamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya pemulihan fisik dan psikologis korban. Ia meminta agar Nenek Saudah mendapat perhatian penuh dan dijauhkan dari segala tekanan.

“Saya minta Nenek dibuat senang dan nyaman. Saya ingin Nenek cepat pulih. Jika ada gangguan, segera laporkan,” tambah Gatot.

Kapolda menegaskan kesiapan Polri untuk memberikan layanan kesehatan maksimal. Bila diperlukan, Nenek Saudah akan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk perawatan lanjutan dan pemantauan rutin.

Terkait penegakan hukum, Gatot mengungkapkan bahwa dari empat terduga pelaku pengeroyokan, satu sudah diamankan sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran.

“Kami tidak akan berhenti. Pelaku lainnya akan kami proses hukum sampai tuntas,” tegasnya, sembari meminta Kapolres berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Pasaman.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa kekerasan akibat konflik tambang ilegal tidak boleh dibiarkan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Andre dan Pak Kapolda. Kasus ini harus diusut tuntas agar menjadi pelajaran dan tidak terulang,” ujar Welly.

Asparuddin, anak Nenek Saudah, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas dukungan yang diterima.

“Kami sangat berterima kasih. Orang tua kami hanya ingin mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal. Kami mohon keadilan ditegakkan,” katanya.

Kunjungan ditutup oleh Andre Rosiade dengan memastikan korban tidak perlu lagi merasa takut dan bisa fokus pada pemulihan kesehatan. Selain itu, Andre juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan pengobatan dan keperluan sehari-hari Nenek Saudah.

“Nenek fokus saja sembuh. Negara hadir dan akan melindungi,” pungkas Andre. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update