Notification

×

Iklan

74 KK Masih di Zona Merah, Pemkab Padang Pariaman Carikan Solusi Tanpa Janji Manis

Senin, 19 Januari 2026 | 14:42 WIB Last Updated 2026-01-19T07:42:02Z

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, pada sosialisasi hunian tetap untuk korban banjir bandang.

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tegaskan komitmennya untuk terus mendampingi korban banjir dan longsor, meskipun keterbatasan keuangan daerah. 

Komitmen itu ditegaskan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat Sosialisasi Hunian Tetap (Huntap) Tahan Gempa RISHAM Berbasis Partisipasi Masyarakat di Aula SMAN 1 Lubuk Alung, Sabtu (17/1/2026).

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak pernah sedikit pun berpikir untuk meninggalkan masyarakat penyintas bencana,” tegas John Kenedy Azis menjawab keresahan warga Tanah Taban, Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung.

Dalam dialog terbuka tersebut, warga mempertanyakan peluang penyediaan lahan relokasi bagi 74 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat banjir dan kini berada di zona merah. Menanggapi hal itu, Bupati memilih bersikap jujur dan realistis.

“Saya tidak ingin menyampaikan janji manis yang tidak bisa direalisasikan. Kondisi keuangan daerah saat ini memang belum mampu menyediakan lahan bagi seluruh calon penerima huntap,” ujarnya.

Meski demikian, upaya pencarian lahan relokasi terus dilakukan. Sejak bencana mereda, pemerintah daerah aktif menjajaki berbagai kemungkinan, mulai dari pendekatan kepada tokoh masyarakat dan donatur, hingga membuka komunikasi dengan pemerintah pusat.

John Kenedy Azis juga menyambut baik keterlibatan tim relawan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam sosialisasi pembangunan huntap, meskipun program tersebut mengandung unsur bisnis. 

Menurutnya, teknologi material bangunan tahan gempa yang ditawarkan telah teruji dan berpotensi menjadi solusi bagi masyarakat terdampak.

“Ini bisa menjadi pintu masuk bagi kita untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” katanya optimistis.

Pernyataan Bupati tersebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DLHPKPP) Padang Pariaman, Andri Satria Masri. Ia mengaku menyaksikan langsung keseriusan Bupati dalam memperjuangkan lahan relokasi.

“Baru dua hari lalu saya menyusun konsep surat Bupati terkait permintaan hibah lahan dari dua kementerian yang memiliki aset di kawasan Asam Pulau dan Talao Mundam,” ungkap Andri.

Selain itu, DLHPKPP bersama Dinas PUPR juga telah dua kali berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera Barat serta menjalin komunikasi intensif dengan PT PLN terkait aset lahan di kawasan Asam Pulau.

Sementara itu, Ketua Relawan ITB’79 sekaligus Ketua Tim Pendampingan Teknis Pembangunan Huntap Pascabencana Banjir Sumatera Barat, Doddy Sudradjat, menyebut kehadiran timnya di Padang Pariaman sebagai wujud kepedulian terhadap daerah terdampak bencana.

“Saat ini program kami sudah berjalan di Palupuah, Kabupaten Agam. Untuk Padang Pariaman, kami akan melakukan asesmen rencana pembangunan huntap menggunakan teknologi material tahan gempa yang telah diuji berbagai lembaga, termasuk Kementerian PUPR,” jelasnya.

Tak hanya itu, tim relawan ITB juga berencana mendirikan workshop di salah satu kecamatan terdampak terparah. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi material bangunan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat penyintas. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update