Notification

×

Iklan

3.100 Hektare Sawah Padang Kekeringan Pascabanjir

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:20 WIB Last Updated 2026-01-28T11:20:00Z

Sawah kekeringan di Padang.

Padang, Rakyatterkini.com — Sekitar 3.100 hektare sawah di Kota Padang terdampak kekeringan akibat kerusakan jaringan irigasi pascabanjir bandang akhir November 2025. 

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Padang untuk melaporkan secara resmi dampak kerusakan tersebut kepada Pemerintah Pusat agar penanganannya dapat dipercepat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung kondisi irigasi di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (27/1/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan progres pemulihan aliran irigasi yang berdampak luas terhadap sektor pertanian warga.

Fadly menjelaskan, banjir bandang menghancurkan dua jaringan irigasi utama sehingga aliran air ke sawah terhenti. Panjangnya jalur irigasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses perbaikan.

“Luas sawah yang terdampak sekitar 3.100 hektare. Jalur irigasinya memang cukup panjang, tetapi kami akan mempercepat pemulihannya bersama Kementerian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang telah menyerahkan data lengkap kepada Pemerintah Pusat sebagai dasar penanganan. Data tersebut mencakup identitas dan koordinat lahan pertanian, tambak, serta ladang milik masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Semua koordinat lokasi sawah, tambak, dan ladang sudah kami serahkan. Saat ini, Balai Sungai tengah bekerja untuk mengembalikan aliran sungai seperti semula. Pekerjaan ini cukup masif dan masih dalam tahap tanggap darurat,” jelasnya.

Fadly menekankan, upaya pemulihan ke depan tidak hanya sebatas perbaikan irigasi, tetapi juga harus menyeluruh untuk meminimalkan risiko bencana serupa. Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemko Padang berharap dukungan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, termasuk sabo dam dan cek dam.

Saat ini, penanganan bencana masih berada pada fase transisi tanggap darurat. Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemko Padang telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp3,6 triliun kepada Pemerintah Pusat.

“Anggaran tersebut mencakup seluruh aspek pembangunan, mulai dari infrastruktur, sosial, hingga ekonomi. Kami berharap prosesnya bisa dipercepat, sehingga masyarakat benar-benar merasakan hadirnya pemerintah dalam mengatasi dampak bencana ini,” pungkas Fadly.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update