Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Sebanyak 250 hektare dari total 447 hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menerima bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian pada 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Hendri Satria, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencapai Rp4,5 juta per hektare. Dana ini akan disalurkan melalui kelompok tani, sementara pelaksanaan kegiatan pertanian tetap dilakukan secara swadaya oleh para petani.
“Petani akan menerima bantuan Rp4,5 juta per hektare melalui kelompok tani, dan pelaksanaannya dilakukan secara mandiri,” kata Hendri di Parik Malintang, Selasa.
Hendri menambahkan, bantuan Oplah hanya diberikan untuk lahan yang berada dalam satu kawasan atau memiliki bentangan minimal 10 hektare, meskipun lahan tersebut dimiliki oleh beberapa petani. “Yang menjadi pertimbangan dalam Oplah adalah bentangan lahan, bukan jumlah petani,” jelasnya.
Dari pendataan Pemkab Padang Pariaman, 447 hektare sawah rusak ringan tersebar, namun baru 250 hektare yang memenuhi syarat bentangan lahan. Sisanya, sekitar 197 hektare, tersebar di lokasi-lokasi terpencar dengan luasan kurang dari 10 hektare. Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya agar seluruh lahan terdampak bencana dapat memperoleh bantuan.
“Kami sedang mengusulkan agar lahan rusak ringan yang lokasinya terpencar juga bisa mendapatkan bantuan,” ujar Hendri.
Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi sebelumnya merusak sekitar 1.200 hektare sawah di Padang Pariaman, terdiri atas 447 hektare rusak ringan, 688 hektare rusak sedang hingga berat, dan 100,5 hektare lahan hilang.
Pada 2026, pemerintah fokus pada pemulihan lahan rusak ringan melalui program Oplah yang direncanakan mulai direalisasikan pada Februari atau Maret. Bantuan ini mencakup perbaikan infrastruktur irigasi dan pemulihan kegiatan pertanian.
Sementara itu, untuk lahan rusak sedang dan berat, pemerintah menyiapkan program rehabilitasi lahan. Besaran bantuan yang diusulkan adalah Rp15 juta per hektare untuk lahan rusak sedang, dan hingga Rp50 juta per hektare untuk lahan rusak berat. “Pengajuan bantuan untuk rusak sedang sudah tertampung, sementara rusak berat masih dalam kajian Kementerian Pertanian,” jelas Hendri.
Selain itu, Pemkab Padang Pariaman juga tengah menyiapkan lokasi cetak sawah baru dengan minimal lima hektare per hamparan untuk menggantikan lahan pertanian yang hilang akibat bencana.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh petani seperti Subari, warga Kecamatan Lubuk Alung, yang memiliki 10 hektare sawah rusak berat. “Kami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena satu-satunya sumber pendapatan kami rusak,” ungkapnya. Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan untuk lahan rusak berat, agar keluarga petani tidak kehilangan mata pencaharian.(da*)


