Pasaman, Rakyatterkini.com — Keluarga mantan Ketua DPRD Pasaman, Syahrizal Yusuf, menyampaikan keberatan atas beredarnya video proses evakuasi almarhum yang tersebar di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi Syahrizal saat terjepit alat berat akibat kecelakaan mobil pengangkut alat berat yang gagal menanjak di Pendakian Rimbo Malampah, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman.
Pihak keluarga menilai penyebaran video itu tidak pantas karena memuat konten sensitif dan melanggar privasi korban. Mereka mengungkapkan, unggahan tersebut membuat duka yang tengah mereka rasakan semakin mendalam.
Keluarga meminta seluruh netizen menghapus video maupun foto terkait proses evakuasi dan tidak lagi membagikannya dalam bentuk apa pun. Seorang anggota keluarga menegaskan, permintaan ini dilakukan untuk menjaga kehormatan almarhum dan mengajak masyarakat lebih mengedepankan empati, bukan menjadikan tragedi sebagai konten sensasional.
“Kami mohon kepada yang mengunggah foto kakak kami saat kejadian untuk menghapusnya. Ini sangat membekas bagi kami yang masih berduka,” ujar adik korban, Jefri Yusuf, Jumat (5/12/2025).
Selain aspek etika, keluarga juga mengingatkan bahwa penyebaran video korban kecelakaan tanpa izin dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
Dalam penjelasannya, keluarga menceritakan bahwa selama sepekan terakhir Syahrizal aktif menyalurkan bantuan bersama Partai Golkar untuk korban bencana di Pasaman. Pada hari kejadian, Rabu (3/12/2025) pagi, ia berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengantar bantuan ke wilayah Agam bersama rombongan Partai Golkar dan anggota DPR, Benny Utama.
Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga menerima kabar bahwa Syahrizal mengalami kecelakaan di Pendakian Rimbo Malampah. Setelah proses evakuasi dan penanganan di RSUD Tuanku Imam Bonjol, jenazah almarhum dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan pada hari yang sama.(da*)


