Notification

×

Iklan

UNAND Pulihkan Air Bersih Pascabencana di Sumbar

Selasa, 30 Desember 2025 | 19:17 WIB Last Updated 2025-12-30T12:17:00Z

Tim Universitas Andalas membantu pemulihan air bersih di daerah

Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Andalas (UNAND) berhasil memulihkan akses air bersih di lebih dari 10 lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat dengan memanfaatkan teknologi ultrafiltrasi.

Ketua Tim Pengabdian Bencana UNAND, Dendi Adi Saputra, menjelaskan bahwa sebelum sistem ultrafiltrasi diterapkan, tim melakukan survei kondisi air di lokasi terdampak. Hasilnya, nilai kekeruhan air mencapai 185 NTU, jauh di atas standar aman, yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

“Setelah air disaring menggunakan ultrafiltrasi, nilai kekeruhan turun drastis menjadi 0,9 NTU,” ujar Dendi di Padang, Selasa.

Tim UNAND memasang sistem ultrafiltrasi yang dilengkapi tandon dan bak penampungan di beberapa titik terdampak, termasuk di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, dan Kota Padang. Teknologi ini dipilih karena mudah dipasang, dirawat, dan dapat beroperasi tanpa listrik, sehingga tetap optimal meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih.

“Kehadiran tim tidak hanya menawarkan solusi teknis, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih pascabencana,” tambah Dendi.

Pemulihan air bersih ini merupakan bagian dari program Kampus Berdampak yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini fokus pada penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak.

Selain pemasangan sistem ultrafiltrasi, UNAND juga memperbaiki jaringan pipa, pompa air, dan tangki penampung yang rusak akibat bencana. Di Nagari Paningahan, Kabupaten Solok, serta Kabupaten Padang Pariaman, perbaikan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa Teknik Mesin UNAND mendampingi warga dalam instalasi dan pelatihan penggunaan sistem filtrasi.

Dengan kapasitas filter air hingga 20.000 liter per jam, sistem ini dipasang di lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Tim juga memberikan edukasi kepada warga agar peralatan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Tujuan kami tidak sekadar memasang filter, tetapi memastikan masyarakat dapat mengelolanya secara mandiri untuk jangka panjang,” kata Dendi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update