Padang, Rakyatterkini.com– Universitas Andalas (UNAND) menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan langsung mendampingi warga terdampak bencana di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit.
Melalui Posko Kesehatan UNAND, universitas tertua di luar Pulau Jawa ini menyediakan layanan medis gratis, khususnya bagi kelompok rentan yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Layanan ini dijalankan oleh tim medis lintas disiplin, yang terdiri dari dr. Febdi Maulana, residen Spesialis Penyakit Dalam, serta tiga mahasiswa Fakultas Farmasi, yaitu Muhammad Fazly, Ravi Permana Putra, dan M. Irvan Roviandy. Tim fokus pada pemeriksaan kesehatan dasar dan penanganan keluhan fisik pascabencana.
Koordinator Logistik dan Obat-obatan UNAND, apt. Syofyan, menjelaskan bahwa kondisi pascabencana sering memicu berbagai masalah kesehatan.
“Setelah bencana, masyarakat biasanya mengalami keluhan mulai dari infeksi saluran pernapasan, gangguan kulit, hingga kelelahan berat dan menurunnya daya tahan tubuh,” ujar Syofyan, Kamis (18/12/2025).
Ia menekankan pentingnya keberadaan posko kesehatan di lokasi bencana agar warga bisa memperoleh perawatan medis secara cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Keunggulan layanan UNAND kali ini juga terletak pada pendampingan farmasi yang cermat. Tim tidak hanya mendistribusikan obat, tetapi juga memberikan edukasi langsung tentang penggunaan obat yang aman.
“Kami memastikan obat digunakan dengan tepat, terutama bagi lansia dan anak-anak yang sangat rentan. Edukasi ini penting untuk mencegah kesalahan penggunaan yang bisa memperburuk kondisi kesehatan,” tambah Syofyan.
Menurut Syofyan, aksi ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa universitas tidak boleh menjadi “menara gading” yang jauh dari kondisi sosial di lapangan.
“UNAND akan terus hadir mendampingi proses pemulihan warga. Kami ingin memastikan masyarakat Batu Busuak tidak sendirian menghadapi masa sulit ini,” pungkasnya.
Hadirnya posko kesehatan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memupuk semangat gotong royong dalam pemulihan pascabencana yang lebih cepat.(da*)


