Notification

×

Iklan

TNI Dikerahkan Bantu Wilayah Terisolasi di Sumbar

Senin, 08 Desember 2025 | 00:45 WIB Last Updated 2025-12-07T17:45:00Z

Sejumlah alat berat mengebut perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai 

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mempercepat pembangunan akses jalan semipermanen di wilayah terdampak bencana agar bisa dilintasi kendaraan kecil hingga sedang dalam dua pekan ke depan.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengatakan saat ini salah satu kendala utama adalah kemacetan di jalur tunggal akibat terputusnya jalan nasional, yang menghambat distribusi logistik.

“Kami menargetkan akses ini dapat dilalui kendaraan kecil dan sedang dalam dua minggu ke depan,” ujar Vasko di Padang, Minggu.

Vasko menegaskan pemerintah daerah, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, terus mengoptimalkan penanganan pascabencana, termasuk pencarian korban hilang dan pembukaan wilayah yang masih terisolasi. Ia juga menekankan percepatan birokrasi, memotong semua prosedur administrasi yang berpotensi memperlambat distribusi bantuan.

“Semua proses yang biasanya lambat kini dipercepat. Semua pihak bergerak bersama. Kejaksaan turut memantau administrasi agar tidak ada kesalahan di kemudian hari,” katanya.

Sinergi lintas sektor terus ditingkatkan. Untuk daerah yang sulit dijangkau darat, bantuan disalurkan melalui jalur udara dan laut dengan dukungan TNI. “TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara telah menyiapkan kapal, pesawat, dan helikopter kargo untuk menjangkau daerah terisolasi,” tambah Vasko.

Dalam bidang utilitas, pasokan listrik di Sumbar telah pulih hingga 99,9 persen. Namun, layanan air bersih PDAM masih terganggu akibat kerusakan intake dan tingginya kekeruhan air.

Vasko memastikan stok beras dan kebutuhan pokok mencukupi, didukung bantuan dari berbagai provinsi serta perhatian langsung Presiden RI. Sumbar juga menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki Dashboard Bencana untuk pemantauan data secara real time. “Data harus valid. Jika data tidak akurat, langkah penanganan bisa salah arah,” ujarnya.

Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selanjutnya, Pemprov Sumbar berkoordinasi intensif dengan BMKG dan BNPB, termasuk mempertimbangkan opsi modifikasi cuaca jika diperlukan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update