Notification

×

Iklan

Tim DVI Polda Sumbar Terus Identifikasi Korban Banjir Bandang

Rabu, 03 Desember 2025 | 19:07 WIB Last Updated 2025-12-03T12:46:58Z

Polda Sumbar kembali memberikan update terkait proses identifikasi korban banjir bandang

Padang, Rakyatterkini.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar kembali memberikan update terkait proses identifikasi korban banjir bandang dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, Selasa (2/12). 

Suasana duka masih menyelimuti Sumatera Barat pasca banjir bandang yang melanda beberapa wilayah akhir November lalu. Hingga Selasa, 2 Desember 2025, Tim DVI Polda Sumbar terus bekerja intensif untuk memastikan seluruh korban dapat diidentifikasi dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP Faisal, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima 191 jenazah korban banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 161 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sedangkan 30 jenazah lainnya masih dalam proses pencocokan data.

Sejak 27 November, Rumah Sakit Bhayangkara Padang menjadi pusat penampungan utama korban. Dalam periode tersebut, tercatat masuk 58 kantong jenazah tambahan, di mana 33 di antaranya telah selesai diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

Dr. Faisal menjelaskan, hingga hari ini masih ada 25 jenazah yang belum teridentifikasi. Jenazah tersebut terdiri dari 14 laki-laki, delapan perempuan, dan sejumlah potongan tubuh yang memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh tim forensik.

Untuk mempercepat proses identifikasi, tim DVI mengambil sampel primer berupa DNA dan sidik jari dari semua jenazah yang belum diketahui identitasnya. Data ini kemudian dicocokkan dengan informasi antemortem yang diberikan oleh keluarga korban.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi RS Bhayangkara Padang. Kehadiran keluarga sangat penting untuk memberikan data antemortem yang menjadi acuan dalam proses identifikasi.

AKBP Faisal menambahkan bahwa identifikasi korban menjadi prioritas karena jenazah yang sudah lama terendam air mengalami pembusukan lebih cepat. Selain itu, keterbatasan fasilitas penyimpanan jenazah di sejumlah daerah, termasuk Agam, menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

Kendala ini mulai teratasi setelah Dinas Pertanian Sumbar menyediakan satu unit mobil cooler box. Fasilitas tambahan tersebut memungkinkan penyimpanan jenazah yang telah diperiksa tetapi belum diambil keluarga, sehingga proses identifikasi dapat berjalan lebih optimal. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update