Notification

×

Iklan

Solidaritas dari Lapau: Sembako dan Pakaian untuk Dusun Sampan

Sabtu, 06 Desember 2025 | 09:12 WIB Last Updated 2025-12-06T02:12:00Z

Warga Punggung Ladiang Terima Bantuan dari Komunitas Lokal

Pariaman, Rakyatterkini.com — Di tengah sisa lumpur dan rumah-rumah warga yang masih rusak akibat banjir dan longsor, muncul secercah kepedulian dari tempat yang selama ini dikenal sebagai pusat pertemuan: lapau.

Komunitas Lapau Kopi “OS”, yang berkantor di depan Stasiun Kereta Api Kota Pariaman, menyerahkan bantuan berupa sembako dan pakaian kepada warga Dusun Sampan, Desa Punggung Ladiang, Pariaman Selatan, Jumat (5/12/2025).

Lapau, warung kopi tradisional Minangkabau yang biasanya menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi, kali ini menunjukkan perannya sebagai wadah solidaritas.

Komunitas Lapau Kopi “OS” lahir dari tradisi lapau yang bukan sekadar ruang ngobrol, tetapi juga sarana berbagi informasi dan merencanakan kegiatan sosial. Kini, komunitas ini rutin melakukan aksi sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Alwis Ilyas, salah satu anggota aktif dan pengacara di Kota Pariaman, menyampaikan bahwa lapau bukan hanya tempat berbicara, tetapi juga tempat bertindak.

“Alhamdulillah, hari ini Komunitas Lapau Kopi ‘OS’ bisa membantu warga yang terdampak bencana. Meski sederhana berupa pakaian dan makanan, ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sesama di Pariaman,” ujar Alwis.

Ia menambahkan, aksi sosial ini lahir dari kesadaran bersama bahwa masyarakat terdampak bencana memerlukan dukungan, baik secara material maupun moral.

“Kami berharap bantuan ini bisa memberi semangat dan meringankan beban warga yang sedang berduka,” tambahnya.

Kepala Desa Punggung Ladiang, Aulia Mardhi Arif, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Komunitas Lapau Kopi “OS”.

“Kami sangat berterima kasih. Bukan hanya bantuan yang berarti, tetapi kehadiran mereka memberikan semangat dan mengobati luka warga,” ujar Aulia.

Ia menekankan, setelah bencana, perhatian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan masyarakat. Bantuan sekecil apa pun mampu memulihkan kondisi psikologis warga.

“Pakaian dan makanan sangat bermanfaat, tetapi perhatian dan kepedulian mereka adalah kekuatan yang menguatkan kami,” lanjut Aulia.

Kegiatan Komunitas Lapau Kopi “OS” menjadi bukti bahwa solidaritas bisa muncul dari tempat kecil. Dari sebuah lapau, lahir kepedulian nyata. Lapau kembali membuktikan diri sebagai simpul sosial masyarakat Minangkabau, bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang untuk berpikir, berbagi, dan bergerak bagi sesama.

Bagi warga Punggung Ladiang, kehadiran komunitas ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi simbol bahwa mereka tidak menghadapi musibah sendirian. Semangat gotong royong, ciri khas masyarakat Sumatera Barat, kembali bergema—dari lapau di pusat kota hingga dusun kecil yang sedang berusaha bangkit.(suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update