Notification

×

Iklan

Setengah Abad Menanti Irigasi, Jeritan Petani Koto Nan Tigo Selatan, Pessel, Berjuang Mencari Air Sawah

Minggu, 28 Desember 2025 | 21:30 WIB Last Updated 2025-12-28T15:05:46Z

Setengah Abad Menanti Irigasi,
Seorang petani sedang menanam padi di sawahnya.


Saat ini, lebih dari 400 hektare sawah di nagari itu hingga kini belum juga memiliki saluran irigasi yang memadai, meski penantian telah berlangsung hampir setengah abad.

Kondisi tersebut diungkapkan Bakir (56), seorang petani setempat yang ditemui saat tengah mencangkul sawahnya. Dengan wajah letih, ia menuturkan selama puluhan tahun para petani di nagarinya nyaris tak pernah melihat pembangunan irigasi baru seperti yang dinikmati nagari lain.

“Hampir setengah abad kami tidak melihat adanya pasangan irigasi baru ke sawah-sawah kami. Tidak seperti nagari-nagari lain yang sudah bagus,” ujar Bakir.

Akibat ketiadaan saluran air yang layak, para petani terpaksa mengandalkan tenaga sendiri. Sebelum turun ke sawah, mereka harus bergotong royong terlebih dahulu demi memastikan air bisa mengalir ke lahan pertanian.

“Di sini, kami harus gotong royong dulu baru bisa menggarap sawah. Begitu susahnya kami sebagai petani,” katanya.

Ironisnya, Bakir mengaku sering menyaksikan pembangunan irigasi di nagari lain dalam wilayah Kecamatan Sutera. Sementara sawah-sawah di kampung halamannya seolah luput dari perhatian.

“Kalau irigasi baru, banyak yang turun ke nagari lain. Kami hanya bisa melihat dari jauh,” ujarnya dengan nada kesal.

Kondisi ini membuat para petani hidup dalam ketidakpastian. Mereka bekerja dalam diam, menjerit tanpa suara, memikirkan hari ini dan hari-hari esok yang tak pernah pasti. Janji pembangunan yang kerap terdengar pun kini terasa sinis di telinga.

“Entah sampai kapan sawah kami bisa benar-benar makmur. Sepertinya selama ini kami hanya dijadikan objek program saja. Realitanya, ya begini,” ucap Bakir lirih.

Para petani berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat membuka mata dan segera menghadirkan solusi nyata, agar ratusan hektare sawah di Koto Nan Tigo Selatan Surantih tak terus terjebak dalam ketertinggalan, dan kesejahteraan petani benar-benar bisa terwujud. (baron)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update