Notification

×

Iklan

Seni dan Kepedulian Sosial Jadi Fokus Perayaan ISI

Selasa, 23 Desember 2025 | 13:14 WIB Last Updated 2025-12-23T06:14:00Z

Peringatan Lustrum XII sekaligus Dies Natalis ke-60 Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang

Padang Panjang, Rakyatterkini.com— Peringatan Lustrum XII sekaligus Dies Natalis ke-60 Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang tahun ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan institusi pendidikan seni sekaligus menegaskan peran seni sebagai sarana empati dan kepedulian sosial.

Hal ini disampaikan dalam Orasi Ilmiah Wali Kota Padang Panjang yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Allex Saputra pada rangkaian perayaan Lustrum XII ISI, Senin (22/12/2025) di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam.

Dalam orasinya, Allex Saputra menyoroti perjalanan enam dekade ISI yang telah membentuk identitas seni dan budaya, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial di tengah masyarakat. Awal mula ISI dimulai dari Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), hingga kini menjadi Institut Seni Indonesia yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi ISI yang telah melahirkan ribuan seniman, budayawan, pendidik, dan peneliti, yang membawa nama baik Minangkabau, Sumatera Barat, dan Indonesia ke berbagai panggung dunia.

Dies Natalis ke-60 tahun ini memiliki makna lebih dalam karena digelar dalam suasana keprihatinan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat. ISI memilih mengalihkan perayaan seremonial menjadi aksi kemanusiaan bertajuk “ISI Padang Panjang Peduli Bencana Sumatera Barat”, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas insan seni.

Orasi tersebut juga menegaskan bahwa ISI sejalan dengan karakter Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah dan Kota Pendidikan, yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, ketangguhan, serta solidaritas sosial. Kota ini juga dikenal sebagai etalase budaya Minangkabau yang harmonis antara tradisi dan semangat modernitas.

Pemerintah Kota menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan ISI Padang Panjang dalam pengembangan seni dan budaya, pendidikan, pariwisata budaya, ekonomi kreatif, serta promosi digital sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika, menekankan pentingnya transformasi perguruan tinggi seni sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi melalui inovasi, penguatan riset dan publikasi, serta pengembangan jejaring kerja sama. Ia juga menyoroti pembentukan karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial.

Sejumlah program studi di ISI Padang Panjang mencatat prestasi membanggakan, di antaranya Program Studi Seni Karawitan yang meraih akreditasi internasional FIBAA, Program Studi Seni Tari dengan akreditasi A/Unggul, serta Program Studi Humanitas yang memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. Prestasi ini menunjukkan peningkatan mutu pendidikan seni di ISI secara konsisten dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update