Notification

×

Iklan

Reforma Agraria Dorong Pemuda Soso Jadi Petani Mandiri

Rabu, 31 Desember 2025 | 01:33 WIB Last Updated 2025-12-30T22:08:20Z

Reforma Agraria di Desa Soso.

Jakarta, Rakyatterkini.com — Reforma Agraria di Desa Soso, Kabupaten Blitar, tidak hanya mengubah kepemilikan lahan, tetapi juga memunculkan gelombang baru generasi petani muda yang kreatif dan mandiri.

Selama bertahun-tahun, banyak pemuda di desa ini hanya bekerja sebagai buruh harian di tambang pasir atau perkebunan. Kini, mereka memanfaatkan tanah hasil redistribusi untuk bertani secara mandiri, dengan pendekatan yang lebih inovatif dan berorientasi pada peningkatan ekonomi keluarga.

“Dulu kami hanya jadi buruh penambang pasir. Sekarang, bertani sendiri memberi hasil yang langsung kita nikmati. Pendapatan meningkat secara signifikan,” ujar Aris Setiawan (37), salah seorang petani muda Desa Soso.

Pada 2022, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar menyerahkan sertifikat redistribusi tanah seluas 83,85 hektare. Aris Setiawan termasuk dari 528 keluarga yang menerima Sertifikat Hak Milik melalui program turunan Reforma Agraria tersebut.

Kembalinya generasi muda ke pertanian tidak sekadar soal pendapatan. Mereka membawa ide-ide baru dalam bercocok tanam. “Petani senior biasanya hanya menanam singkong dan jagung. Pemuda kini lebih kreatif, menanam cabai, tembakau, atau tanaman lain yang memiliki nilai lebih,” ungkap Aris.

Salah satu contoh inovasi adalah Catur Edy (39), yang membangun greenhouse untuk menanam melon — tanaman yang sebelumnya tidak dibudidayakan di Desa Soso. “Saya ingin berbeda, tidak mau menanam tanaman yang itu-itu saja,” katanya.

Kreativitas seperti ini menunjukkan bahwa regenerasi petani tidak hanya menjaga keberlanjutan lahan, tetapi juga membuka peluang diversifikasi produk dan meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

Dengan tanah kembali ke tangan masyarakat, anak muda memiliki motivasi untuk menetap, mengelola, dan mengembangkan lahannya. Catur Edy menilai program Reforma Agraria memberikan fondasi yang kuat bagi keberlanjutan ekonomi keluarga.

“Program ini sangat bermanfaat dan berkelanjutan. Pendapatan meningkat, dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga berharap kelompok petani yang terbentuk dengan nama Kelompok Petani Soso Bintang Bersatu dapat tumbuh lebih solid dan profesional. “Kami ingin kelompok ini berkembang lebih besar, memperkuat kerja sama antara petani muda dan senior, serta terus bertumbuh,” pungkas Catur Edy.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update