Notification

×

Iklan

Rafflesia Hasseltii Kembali Mekar di Sumpur Kudus, Sumbar

Senin, 01 Desember 2025 | 06:33 WIB Last Updated 2025-12-01T00:08:24Z

Bunga langka Rafflesia hasseltii

Padang, Rakyatterkini.com – Bunga langka Rafflesia hasseltii kembali ditemukan oleh Septian Andirki, seorang konservasionis sekaligus pemandu riset lapangan, bersama Dr. Chris Thorogood, Deputy Director and Head of Science dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum.

Penemuan ini terjadi pada Selasa (18/11/2025) di kawasan Hutan Hujan Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.

Kemunculan Rafflesia hasseltii tersebut menjadi momentum penting bagi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan analisis lebih lanjut terhadap tanaman langka ini.

“Yang menarik, bunga ini tumbuh di hutan yang dikelola oleh nagari, bukan di kawasan konservasi. Temuan ini menjadi perhatian khusus bagi strategi konservasi ke depan,” ujar Peneliti BRIN dari Pusat Biosistematika dan Evolusi, Joko Ridho Witono, dalam keterangan resmi BRIN.

Septian Andirki, penemu bunga tersebut, menyampaikan bahwa Rafflesia hasseltii yang sedang mekar itu ditemukan di wilayah yang menjadi habitat harimau Sumatera dan letaknya cukup jauh dari area konservasi resmi.

“Bunga ini muncul di kawasan habitat harimau Sumatera. Karena itu, saat melakukan pencarian kami harus mengandalkan insting dan tetap waspada jika sewaktu-waktu berpapasan dengan harimau,” kata Deki saat dihubungi detikTravel, Senin (24/11/2025).

Rafflesia dikenal sebagai salah satu bunga paling langka di dunia dan masuk dalam kategori tumbuhan yang hampir punah. Upaya konservasi menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan flora unik Indonesia ini.

Rafflesia merupakan bunga terbesar di dunia, dengan diameter mencapai 70–110 cm tergantung spesiesnya. Di Indonesia, sebarannya hanya ditemukan di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Jenis Rafflesia hasseltii memiliki karakteristik yang membedakannya dari spesies lain. Bunganya berwarna mencolok dengan kelopak berjumlah 5–6 buah berdiameter sekitar 17 cm. Pada permukaan kelopak terdapat bercak putih yang tersebar acak, sekitar 10 titik, dan menutupi sekitar 60 persen area perigon.

Masih banyak masyarakat yang mengira Rafflesia sama dengan bunga bangkai. Padahal, keduanya berasal dari famili berbeda dan memiliki ciri yang sangat kontras.

Bunga bangkai (Amorphophallus), yang termasuk famili Araceae, mengeluarkan bau menyengat untuk menarik serangga seperti kumbang dan lalat bangkai. Bentuknya menjulang ke atas, dengan bagian tengah lonjong yang disebut braktea dan mahkota berbentuk lonceng berwarna krem.

Sementara itu, Rafflesia yang di Indonesia dikenal sebagai padma raksasa merupakan tanaman holoparasit dari famili Rafflesiaceae. Tanaman ini tidak memiliki klorofil sehingga bergantung sepenuhnya pada inangnya untuk bertahan hidup. Bentuk bunganya melebar ke samping dengan lubang besar di bagian tengah.

Meski berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan: sama-sama mengeluarkan aroma busuk untuk menarik serangga sebagai agen penyerbuk. Persamaan inilah yang kerap membuat Rafflesia disalahartikan sebagai bunga bangkai. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update