Notification

×

Iklan

Polri Percepat Pemulihan Aceh Tamiang Jelang Ramadan

Minggu, 28 Desember 2025 | 07:30 WIB Last Updated 2025-12-28T00:30:00Z

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (27/12/2025).

Jakarta, Rakyatterkini.com– Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan, Polri fokus melakukan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Tamiang. Penanganan ini semakin mendesak mengingat masyarakat akan segera menyambut bulan suci Ramadan.

Berbagai bantuan teknis telah disiapkan, mulai dari kendaraan operasional, penambahan personel, hingga distribusi logistik untuk masyarakat terdampak.

Dedi menjelaskan, saat ini Polri memiliki 20 kendaraan operasional, ditambah dua unit baru. Namun, pihaknya terus berupaya menambah jumlah kendaraan hingga sekitar 100 unit agar kegiatan operasional anggota di lapangan dapat berjalan optimal selama satu bulan ke depan.

“Kami terus menyiapkan sekitar 100 kendaraan untuk mendukung operasional anggota, khususnya menjelang Ramadan, agar pelayanan dan pengamanan dapat berjalan maksimal,” kata Dedi di Aceh Tamiang, Sabtu (27/12/2025).

Selain kendaraan, Polri juga mempercepat pembukaan jalur logistik yang terdampak bencana. Untuk itu, disiapkan tujuh unit alat berat berupa ekskavator, delapan kendaraan pendukung, serta bantuan logistik berupa sembako yang diangkut menggunakan empat truk. 

Bantuan ini diperuntukkan tidak hanya bagi masyarakat dan pengungsi, tetapi juga untuk kebutuhan personel di lapangan.

“Bantuan logistik ini penting bagi masyarakat terdampak maupun anggota yang bertugas, agar semuanya berjalan seimbang,” ujarnya.

Dari sisi personel, sejak malam sebelumnya sudah tiba sekitar 100 anggota tambahan, dan ke depan akan menyusul sekitar 200 personel lagi. Dengan demikian, total sekitar 300 anggota Brimob akan diterjunkan di Aceh Tamiang dan ditempatkan di desa-desa serta kecamatan sesuai kebutuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga menekankan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Hingga saat ini, 83 sumur bor telah beroperasi dari target hampir 100 unit. Sumur ini melayani rumah warga, fasilitas ibadah, titik pengungsian, hingga sarana pendidikan.

“Air bersih sangat penting, terutama untuk rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah. Anak-anak harus bisa kembali bersekolah, itu menjadi prioritas kami,” kata Dedi.

Selain itu, Polri juga melakukan pendataan kebutuhan perlengkapan, termasuk seragam, yang akan dikirim dari Jakarta sesuai kebutuhan. Untuk infrastruktur, Polri berkolaborasi dengan Brimob dan pihak terkait dalam perbaikan serta pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana.

“Kebutuhan ini mendesak dan harus segera saya laporkan kepada Kapolri. Apa yang bisa kami laksanakan langsung, akan segera dijalankan tanpa menunggu,” pungkas Dedi. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update