Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus memperkuat upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor di kawasan Jembatan Kembar Lembah Anai, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.
Hingga Senin (8/12/2025), jumlah korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi mencapai 39 orang. Sementara itu, 33 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Selain itu, terdapat tiga jenazah yang sudah ditemukan namun belum teridentifikasi.
Koordinator Tim SAR Padang Panjang, Samsul Akmal, menjelaskan bahwa tim melakukan penyisiran secara estafet dari titik kejadian di Jembatan Kembar menuju hilir Sungai Batang Anai, dengan jangkauan hingga 25 kilometer.
Untuk memaksimalkan operasi, wilayah pencarian dibagi ke dalam tiga sektor. Sektor pertama melakukan penyisiran dari Jembatan Kembar hingga Mega Mendung. Sektor kedua bertugas siaga di Mega Mendung untuk mendukung proses normalisasi penggalian. Sementara sektor ketiga, yakni tim rafting, menelusuri aliran sungai hingga Bendungan Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman. Di titik ini, tim SAR Palembang juga dikerahkan untuk melanjutkan pencarian lebih jauh ke arah Muaro Anai.
Menurut Samsul Akmal, medan pencarian menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan.
“Luasnya sebaran material yang terbawa arus serta kedalaman lumpur menjadi kendala utama, sehingga penyisiran belum dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Operasi pencarian akan terus berjalan hingga masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Kota Padang Panjang berakhir pada 10 Desember 2025.
“Sebelum masa tanggap darurat berakhir, akan dilakukan evaluasi bersama Pemko Padang Panjang dan Forkopimda,” tambah Samsul Akmal.(da*)


