Notification

×

Iklan

Pemprov Sumbar Maksimalkan Pendataan Pengungsi Bencana

Senin, 15 Desember 2025 | 08:43 WIB Last Updated 2025-12-15T01:43:00Z

Dinsos Sumbar Siapkan Data Lengkap Sebaran Pengungsi dan Dapur Umum

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Sosial terus mengintensifkan pendataan korban terdampak bencana hidrometeorologi. 

Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 14.682 jiwa yang tersebar di 113 lokasi pengungsian. Untuk memastikan akurasi data, Pemprov Sumbar mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar aktif menyampaikan pembaruan data dari wilayah masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melalui Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, pada Minggu (14/12/2025). 

Ia menekankan pentingnya laporan rutin dan terperinci dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, BPBD, serta instansi terkait lainnya, terutama terkait sebaran pengungsi dan operasional dapur umum.

“Sejak masa tanggap darurat dimulai hingga 13 Desember 2025, petugas Dinsos Sumbar siaga di Posko Terpadu Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aula Kantor Gubernur. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, BPBD provinsi, dan OPD terkait untuk menghimpun data yang dibutuhkan, khususnya data pengungsi dan dapur umum,” ujar Syaifullah.

Ia menjelaskan, pengungsi saat ini tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 554 jiwa, Pasaman Barat 1.491 jiwa, Padang Pariaman 528 jiwa, Kota Padang 1.426 jiwa, Pesisir Selatan 2.700 jiwa, Tanah Datar 1.512 jiwa, Kabupaten Solok 1.194 jiwa, dan Kabupaten Agam 5.277 jiwa.

Menurutnya, pengungsi terdiri atas dua kategori, yakni pengungsi terpusat yang berada di tenda pengungsian, kantor wali nagari, rumah ibadah, dan fasilitas lainnya, serta pengungsi mandiri yang menumpang di rumah kerabat atau tetangga. 

Selain itu, sebagian warga terdampak telah direlokasi ke hunian sementara, seperti di Padang Panjang dan Kota Padang, sehingga tidak lagi berstatus sebagai pengungsi.

Syaifullah juga meminta agar pemerintah kabupaten/kota melaporkan data pengungsi secara lebih detail, termasuk berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. 

Data tersebut dinilai krusial sebagai dasar perencanaan kebijakan lanjutan, seperti penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Dinsos Sumbar telah membentuk grup WhatsApp bersama perwakilan Dinsos kabupaten/kota terdampak. Kami berharap pendataan semakin optimal karena ini menyangkut masa depan warga yang terdampak banjir dan longsor,” tutup Syaifullah. (dinsosprovsumbar/rel)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update