Padang, Rakyatterkini.com – Pemko Padang Turunkan Tarif Air Bersih 50 Persen untuk Meringankan Beban Masyarakat Pascabanjir
Pemerintah Kota Padang mengambil langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah ini.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi mengeluarkan kebijakan pemotongan tarif air bersih sebesar 50 persen bagi seluruh pelanggan Perumda Air Minum (AM) Kota Padang.
Keputusan ini diambil sebagai kompensasi atas gangguan distribusi air bersih akibat kerusakan infrastruktur selama banjir dan longsor. Fadly menegaskan bahwa kebijakan tersebut sudah memiliki dasar hukum dan siap segera diterapkan.
“Keputusan ini sudah ditandatangani. Kami memberikan potongan tarif sebesar 50 persen bagi pelanggan Perumda AM Kota Padang,” ujar Fadly Amran di Padang,
Fadly menekankan bahwa kebijakan ini merupakan wujud tanggung jawab Pemko Padang dalam memberikan pelayanan yang adil. Ia menyadari bahwa selama masa tanggap darurat, pelayanan air bersih tidak berjalan maksimal, sehingga pemerintah hadir memberikan kompensasi kepada masyarakat.
“Ketika Perumda tidak dapat melayani masyarakat secara penuh, pemerintah hadir memberikan keringanan berupa pengurangan tarif,” jelas Fadly.
Secara formal, kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Padang Nomor 817 Tahun 2025 tentang Pemberian Pengurangan Tarif Air Minum bagi Pelanggan Perumda AM akibat Banjir dan Longsor Tahun 2025.
Fadly berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat dalam upaya memulihkan kondisi ekonomi dan rumah tangga pascabencana.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Rita, salah seorang pelanggan Perumda AM di kawasan Tabing, mengapresiasi langkah Wali Kota yang dinilai bijak dan adil.
“Air PDAM sempat mati beberapa hari, dan ketika menyala pun masih bergilir. Jadi wajar jika Pak Wali memberikan potongan tarif,” ujarnya.
Rita juga berharap pelayanan teknis dapat segera pulih, mengingat kebutuhan air bersih akan meningkat menjelang bulan suci Ramadan.
“Semoga PDAM segera beroperasi normal lagi, apalagi sebentar lagi memasuki Ramadan,” tambahnya.(da*)


