Notification

×

Iklan

Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah Penutup 2025

Jumat, 26 Desember 2025 | 04:45 WIB Last Updated 2025-12-25T21:45:00Z

Suasana pasar murah di Dadok, Tunggul Hitam yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang.

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menggelar intervensi pasar untuk menjaga stabilitas ekonomi warga menjelang akhir tahun.

Melalui Dinas Perikanan dan Pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan di Lapangan Maransi Indah RW XII, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, pada Rabu (24/12/2025). 

Acara ini menjadi penutup rangkaian program tahun 2025 dan disambut antusias oleh ratusan warga setempat. Pemilihan lokasi di Dadok Tunggul Hitam dipandang strategis karena kawasan ini padat penduduk dan termasuk area yang terdampak bencana.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Arie Rafki, menjelaskan bahwa GPM kali ini memiliki misi ganda. 

Selain menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Tahun Baru 2025, kegiatan ini juga menjadi bentuk tanggap pemerintah terhadap dampak pascabencana banjir dan longsor.

“Pada periode libur dan pergantian tahun, kebutuhan masyarakat meningkat sementara distribusi pangan sering terganggu, yang berpotensi memicu kenaikan harga,” ujar Arie.

Arie menegaskan, GPM bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan instrumen pengendali inflasi daerah. “Melalui GPM, pemerintah menyediakan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau untuk menstabilkan pasokan dan melindungi daya beli masyarakat. Ini juga bagian dari upaya mempercepat pemulihan sosial ekonomi warga terdampak bencana,” tambahnya.

Untuk memperluas manfaat, panitia membagikan 200 kupon subsidi kepada warga yang membutuhkan. Setiap kupon memberikan potongan harga Rp5.000 untuk pembelian bahan pangan.

Pelaksanaan GPM melibatkan sejumlah mitra strategis dalam rantai pasok, mulai dari Perum Bulog, PT Inkasi Raya, hingga pemasok telur lokal. Kolaborasi ini memastikan harga di lokasi GPM lebih murah dibandingkan harga pasar. 

Contohnya, cabai merah dijual Rp40.000 per kilogram, lebih rendah Rp5.000 dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp45.000 per kilogram.

“Harga lebih murah karena kami memangkas rantai distribusi dengan menghadirkan pemasok langsung ke lokasi,” jelas Arie.

Di akhir keterangannya, Arie menegaskan kegiatan di Koto Tangah menjadi penutup rangkaian GPM sepanjang 2025. Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada tahun berikutnya dengan evaluasi agar lebih efektif.

“Program tahun ini sudah selesai, ini penutupnya. Insyaallah, tahun depan akan kami lanjutkan lagi,” tutupnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update