Notification

×

Iklan

Merapi, Semeru, Lewotobi Level Siaga hingga Desember 2025

Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:13 WIB Last Updated 2025-12-20T10:13:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 127 gunung api di Indonesia saat ini berstatus aktif. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total sekitar 500 gunung api yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Priatin Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa sebagian gunung api aktif masuk dalam kategori dengan tingkat aktivitas tinggi karena sering mengalami erupsi atau peningkatan kegempaan vulkanik. Kondisi tersebut menuntut pemantauan intensif sepanjang tahun 2025.

“Hingga pertengahan Desember 2025, terdapat tiga gunung api dengan status Level III atau Siaga, yakni Gunung Merapi di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur,” kata Hadi dalam keterangan resminya.

Sementara itu, gunung api aktif lainnya berada pada Level II atau Waspada. Dengan kondisi tersebut, PVMBG mengingatkan sekitar 15 juta penduduk yang bermukim di kawasan rawan gunung api agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas.

“Kesiapsiagaan masyarakat dan kepatuhan terhadap arahan resmi menjadi kunci utama untuk mengurangi potensi risiko bencana,” ujar Hadi.

Untuk mendukung pemantauan, Badan Geologi mengoperasikan 74 pos pengamatan gunung api dan melakukan pemantauan secara real time terhadap 69 gunung api aktif di Indonesia. Intensitas pengawasan diperketat menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta memasuki puncak musim hujan.

Sejumlah gunung api diketahui memiliki tingkat aktivitas tinggi dan rekam jejak erupsi panjang, di antaranya Gunung Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Kelud, dan Sinabung. Gunung-gunung tersebut kerap menunjukkan karakter erupsi yang beragam, mulai dari hujan abu, awan panas guguran, hingga aliran lahar.

Gunung Semeru, misalnya, tercatat beberapa kali mengalami erupsi pada awal Desember 2025. Pada Minggu (7/12/2025), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi sebanyak empat kali dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Hingga kini, status Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

PVMBG juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, di antaranya larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta pembatasan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif karena potensi lontaran material pijar.

Selain ancaman erupsi, Badan Geologi mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa hujan abu dan aliran lahar, terutama saat curah hujan meningkat. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026 dan berpotensi memperbesar dampak aktivitas gunung api di wilayah rawan.

Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana geologi yang tinggi. Pemerintah pun mengimbau masyarakat di sekitar gunung api aktif untuk terus mengikuti informasi resmi serta mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan guna menghindari risiko bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update