Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur irigasi di Daerah Irigasi (DI) Batang Anai, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, pasca-terjadinya longsor.
Upaya ini bertujuan memastikan suplai air irigasi kembali optimal dan mendukung kegiatan pertanian masyarakat, terutama pada masa tanam yang sedang berjalan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keberlanjutan layanan irigasi menjadi prioritas, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Pemulihan irigasi penting untuk menjaga ketahanan pangan dan penghidupan petani.
"Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Jika terjadi gangguan, penanganan harus segera dilakukan agar saluran kembali berfungsi," kata Menteri Dody, Minggu (21/12/2025).
DI Batang Anai merupakan saluran irigasi strategis yang bersumber dari Bendung Batang Anai di Sungai Anai, melayani DI Batang Anai 1 dan DI Anai 2 dengan luas layanan mencapai 13.604 hektare. Infrastruktur ini dibangun bertahap sejak 1993 dan menjadi penopang utama pertanian di Padang Pariaman.
Pengawas Wilayah Padang Pariaman Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Faried Hasyim, menjelaskan longsor terjadi pada 28 November 2025. Material longsor menutup badan jalan sekaligus saluran irigasi, sehingga aliran air ke sawah terhenti.
"Sejak menerima laporan, kami langsung menurunkan empat unit ekskavator dan delapan dump truck untuk pengerukan dan pembersihan material longsor," ujar Faried.
Penanganan menghadapi tantangan cuaca karena hujan terus-menerus dan sempat terjadi longsor susulan. Meski demikian, tim tetap siaga di lapangan untuk memastikan saluran irigasi kembali berfungsi.
Saluran DI Batang Anai memiliki debit pengambilan 7,2 m³/detik dari Sungai Anai, yang memiliki debit total 33,37 m³/detik. Pemulihan aliran ini krusial agar distribusi air ke lahan pertanian berjalan normal.
Para petani pun merasakan manfaat dari percepatan penanganan ini. Dino Juli Putra, petani dari Korong Kampung Pondok, Nagari Pasie Laweh, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU dan petugas lapangan.
"Kami berterima kasih atas perbaikan irigasi yang cepat. Saat ini masih masa tanam, jadi ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan panen," ungkap Dino.
Dengan pulihnya fungsi DI Batang Anai, Kementerian PU berharap kegiatan pertanian kembali normal dan produktivitas tetap terjaga.
Pemerintah juga akan terus memantau dan melakukan perawatan lanjutan untuk menjaga keandalan infrastruktur irigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa depan. (da*)


