Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan dimulai bulan ini.
Tahap awal proyek ini mencakup 2.603 unit, sepenuhnya dibiayai melalui dana CSR tanpa membebani APBN. Dari jumlah tersebut, 2.500 unit disokong oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan 103 unit lainnya dibiayai secara pribadi oleh Menteri Maruarar.
“Ini bukan hunian sementara, melainkan hunian tetap. Doakan, dalam waktu dekat pembangunan sudah bisa dimulai,” ujar Maruarar, Kamis, di Jakarta.
Pembangunan tahap awal akan dimulai di Sumatera Utara, dengan rencana groundbreaking minggu ini. Maruarar menekankan pentingnya fleksibilitas regulasi, tanpa mengabaikan prinsip hukum dan akuntabilitas. Ia juga mengusulkan rapat koordinasi dengan aparat hukum, KPK, BPK, BPKP, serta pihak terkait agar masalah lahan dapat segera terselesaikan.
Mengenai lokasi relokasi, terdapat tiga kriteria utama: kepastian hukum, keamanan teknis dari bencana, serta pertimbangan sosial dan ekonomi masyarakat. “Rumah bukan sekadar bangunan. Kehidupan warga juga ikut berpindah. Akses ke pendidikan, pekerjaan, pasar, dan layanan dasar harus diperhitungkan,” jelasnya.(da*)


