Notification

×

Iklan

Mahyeldi Salurkan Bantuan Rp68 Juta untuk Warga Muaro Pingai

Kamis, 04 Desember 2025 | 19:15 WIB Last Updated 2025-12-04T12:15:00Z

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah meninjau sejumlah titik terdampak banjir bandang, Kabupaten Solok

Arosuka, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir bandang di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berinteraksi langsung dengan warga dan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok senilai total Rp68 juta di dua lokasi terdampak di Nagari Muaro Pingai.

Dalam dialog dengan masyarakat, warga menyampaikan kebutuhan utama mereka, yakni normalisasi aliran sungai serta dukungan alat berat untuk membersihkan permukiman dari material banjir, termasuk kayu besar dan lumpur tebal. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bencana hidrometeorologi ini telah merusak puluhan rumah dan ratusan hektare lahan pertanian.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat sejak awal kejadian dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Alat berat telah dikerahkan ke lokasi bencana dan terus bekerja melakukan pembersihan, meskipun belum selesai sepenuhnya karena luasnya area terdampak.

“Kita sudah mendengar langsung kebutuhan warga. Mereka ingin percepatan pemulihan, dan itu sudah kita tanggapi. Alat berat sudah bekerja di lapangan dan prosesnya masih berlangsung,” ujar Mahyeldi saat berdialog dengan warga.

Ia menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk hadir, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana. Bantuan logistik dan dukungan teknis terus diperkuat agar masyarakat dapat segera bangkit.

“Bantuan untuk warga telah kami serahkan, total Rp68 juta untuk dua titik terdampak. Insya Allah pemerintah akan terus mendampingi hingga kondisi kembali pulih,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok, Chandra, melaporkan bahwa bencana ini berdampak pada 14.966 jiwa, dengan 211 rumah rusak berat, 243 rumah rusak sedang, dan 195 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 643 hektare sawah di berbagai wilayah.

Di Nagari Muaro Pingai, khususnya, terdapat 521 kepala keluarga terdampak, dengan 50 rumah rusak berat, satu jembatan putus, dan dua jembatan lainnya mengalami kerusakan parah.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk percepatan perbaikan akses jalan dan jembatan, karena ini sangat vital bagi masyarakat,” ujar Chandra.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update