Notification

×

Iklan

Lomba Esai Dorong Inovasi Pencegahan Fraud di Perusahaan

Jumat, 12 Desember 2025 | 09:20 WIB Last Updated 2025-12-12T02:20:00Z

Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang menyerahkan apresiasi kepada pemenang Lomba Esai

Padang, Rakyatterkini.com – Semangat pemberantasan korupsi menggema di lingkungan PT Semen Padang pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang berlangsung di Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa (9/12/2025).

Dengan mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi”, rangkaian kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus wadah bagi ratusan peserta untuk menyampaikan gagasan melalui lomba esai bertajuk “Pencegahan Fraud di Korporasi”.

Acara tersebut dihadiri Direktur Keuangan dan Umum PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis, Sekretaris Perusahaan Win Bernadino, Kepala Departemen SDM & Umum Iskandar Samudra Taqwa, Dewan Juri Edita Elda, serta undangan lainnya.

Ketua Panitia HAKORDIA 2025, Irwan Prasetyo, melaporkan bahwa lomba berlangsung selama 23 hari, mulai 1–23 November 2025, dengan tiga kategori peserta: insan Semen Padang, mahasiswa, dan masyarakat umum. “Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi,” ujarnya.

Sebanyak 437 karya diterima panitia, terdiri dari 23 karya dari internal perusahaan, 272 dari mahasiswa, dan 142 dari kategori umum. Irwan menambahkan, lomba esai merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001, serta nilai Manajemen Risiko (MR).

Para pemenang masing-masing kategori mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai: Rp2 juta untuk juara I, Rp1,5 juta untuk juara II, dan Rp1 juta untuk juara III. Panitia juga memberikan apresiasi khusus bagi 20 peserta dengan pengiriman karya tercepat.

Dalam sambutannya, Iskandar Z. Lubis menilai lomba esai menghadirkan banyak perspektif baru. “Karena melibatkan mahasiswa dan masyarakat, kita menerima banyak pandangan segar yang dapat menjadi rujukan dalam memperkuat upaya antikorupsi di perusahaan,” katanya.

Ia menegaskan komitmen PT Semen Padang dalam menegakkan integritas melalui penerapan ISO 37001 dan peningkatan sistem pengawasan internal. “Selamat kepada seluruh pemenang, dan terima kasih kepada semua peserta. Mari bersama memerangi korupsi hingga tuntas,” ujarnya.

Iskandar juga menekankan bahwa peringatan HAKORDIA bukan sekadar agenda simbolis, tetapi wujud kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional. “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap Asta Cita Presiden RI, khususnya pada poin penguatan tata kelola berintegritas dan pencegahan korupsi di dunia usaha. Ini sejalan dengan Asta Cita poin 5 dan poin 7 yang menyoroti tata kelola, efisiensi, serta transparansi industri,” tutupnya.

Sementara itu, Dewan Juri Edita Elda dari Universitas Andalas mengakui proses penjurian berlangsung ketat karena banyaknya karya dan waktu penilaian yang terbatas. “Kami tidak menyangka jumlahnya sebanyak ini. Dalam waktu kurang dari dua minggu, penjurian harus dilakukan dengan teliti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penilaian didasarkan pada lima indikator: kesesuaian tema, kepatuhan format, orisinalitas, serta kedalaman ide dan analisis. Banyak karya dinilai menawarkan gagasan inovatif, dari pemanfaatan teknologi AI hingga pendekatan budaya Minangkabau dalam mencegah fraud. “Ada banyak ide sederhana tapi aplikatif. Itu yang membuat penjurian menarik,” tambahnya.

Di kategori umum, Sonya Marcellyna, Juara I, tampil sebagai representasi generasi muda antikorupsi. Lulusan Akuntansi Universitas Andalas yang kini magang di Departemen Keuangan PT Semen Padang itu menyebut kemenangan tersebut sebagai kontribusinya dalam memperkuat integritas perusahaan.

Dalam esainya berjudul “Penguatan Integritas Laba Melalui Implementasi Cash Flow Drivers Corporate Governance sebagai Strategi terhadap Praktik Window Dressing di PT Semen Padang”, Sonya menyoroti pentingnya GCG dalam mencegah manipulasi laporan keuangan. Ia menilai skor GCG 93,36 yang dicapai perusahaan merupakan standar tinggi yang patut diteladani.

Dari kategori mahasiswa, Mikhael Duta Deonismans dari Universitas Andalas mengangkat isu penyuapan dalam proses tender yang menurutnya masih kerap terabaikan. “Komunikasi informal antara pengambil keputusan dan peserta tender sering menjadi celah munculnya suap,” katanya. 

Ia mengusulkan sistem blind procurement untuk meminimalkan interaksi personal sehingga potensi gratifikasi dapat ditekan.

Peringatan HAKORDIA 2025 juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan untuk karyawan pelapor gratifikasi. Penghargaan diberikan kepada Santoro dari Unit EPDC atas keberaniannya melaporkan dugaan gratifikasi melalui kanal resmi perusahaan. 

“Menerima sesuatu yang bukan hak menimbulkan beban moral. Alhamdulillah PT Semen Padang memiliki mekanisme pelaporan, dan saya memanfaatkannya,” ujarnya. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update