![]() |
| Petugas Gakkum KLH/BPLH di salah satu lokasi perusahaan pertambangan Batang Kuranji, Padang |
Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyusul dampak banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera akhir-akhir ini.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa proses audit ini dapat berlangsung hingga satu tahun, dengan prioritas awal pada perusahaan yang berdampak paling besar.
“Fokus kami saat ini adalah yang besar-besar, kami targetkan penyelesaiannya pada bulan Maret,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin.
Audit ini bertujuan untuk menentukan langkah sanksi yang tepat bagi perusahaan terkait, mulai dari sanksi pidana, perdata, hingga administratif.
Hanif menambahkan, KLH telah memulai audit di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara, terhadap delapan hingga sembilan unit usaha. Seluruh perusahaan tersebut telah dikenakan sanksi administratif dan sementara dihentikan operasionalnya.
Sementara itu, di Sumatera Barat, KLH telah memverifikasi 17 dari sekitar 50 unit usaha, yang mencakup pabrik semen, tambang, perumahan, dan perkebunan kelapa sawit.(da*)


