Notification

×

Iklan

Kemenkes Perluas Imunisasi di Wilayah Banjir Sumatra

Selasa, 23 Desember 2025 | 18:20 WIB Last Updated 2025-12-23T11:20:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperluas program imunisasi di wilayah Sumatra yang terdampak banjir dan tanah longsor. Ada tiga fokus utama dalam perluasan imunisasi ini.

Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa fokus tersebut mencakup pemberian imunisasi tambahan di pos pengungsian, di daerah terdampak langsung bencana, serta di lokasi munculnya dugaan kasus campak.

“Kami akan memberikan imunisasi tambahan di pos pengungsian, wilayah terdampak, dan tempat ditemukannya suspek campak,” ujar Indri di Jakarta, Senin (22/12).

Sebelumnya, Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di tiga provinsi terdampak. Namun, Indri mengakui pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan vaksin, kerusakan fasilitas penyimpanan, serta minimnya tenaga vaksinator di lapangan.

Indri menekankan bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi individu dan masyarakat. “Imunisasi membentuk antibodi yang dapat mencegah penyakit berat, kecacatan, bahkan kematian,” jelasnya.

Selain itu, imunisasi juga membantu membangun kekebalan kelompok sehingga penularan penyakit dapat ditekan. Anak-anak yang telah diimunisasi juga ikut melindungi anggota keluarga dari risiko tertular.

Kemenkes juga menjalankan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. “Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Semua anak harus divaksin agar tercipta kekebalan kelompok dan mencegah terjadinya wabah PD3I,” tegas Indri.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh telah memperingatkan potensi munculnya penyakit menular di lokasi pengungsian korban banjir sejak November 2025.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyampaikan bahwa pengungsi mulai mengalami penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal-gatal, dan diare. “Kami juga mewaspadai campak karena jika menular, dapat menimbulkan kejadian luar biasa,” katanya di Banda Aceh, Jumat (19/12).

Untuk mencegah penyebaran penyakit, tenaga kesehatan menempatkan pasien di tenda terpisah dan melakukan pemantauan ketat terhadap pengungsi lainnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update