Notification

×

Iklan

Kayu Sisa Banjir Halangi Aktivitas Nelayan di Kota Padang

Minggu, 14 Desember 2025 | 13:33 WIB Last Updated 2025-12-14T10:56:02Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berdialog dengan nelayan di Pasia Nan Tigo

Padang, Rakyatterkini.com — Sebanyak 205 nelayan di Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November. 

Gelombang tinggi dan tumpukan kayu sisa banjir bandang yang menumpuk di bibir pantai membuat para nelayan tidak bisa beroperasi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir untuk meninjau kondisi nelayan sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako kepada 205 keluarga terdampak. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir yang hampir dua minggu kehilangan mata pencaharian.

“Kami membawa bantuan sederhana untuk meringankan beban para nelayan. Semoga bisa menjadi penguat bagi bapak-bapak dan keluarga di rumah. Insya Allah, kita hadapi kesulitan ini bersama,” kata Gubernur Mahyeldi di Pasia Nan Tigo, Jumat (12/12/2025).

Gubernur Mahyeldi menekankan, situasi yang dihadapi nelayan sangat berat. Selain tidak bisa melaut, keselamatan mereka terancam karena bibir pantai dipenuhi kayu gelondongan yang terbawa banjir. Ia menegaskan pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumbar, Reti Wafda, menyebut ada 20 kelompok nelayan dengan total 205 kepala keluarga terdampak. Kayu-kayu besar yang terbawa arus sungai hingga ke laut menumpuk sepanjang pantai, menghalangi jalur melaut.

“Bibir pantai dipenuhi kayu gelondongan. Jika dipaksakan melaut, risikonya sangat besar bagi keselamatan jiwa dan perahu nelayan,” jelas Reti.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sumbar menyalurkan bantuan logistik kepada seluruh keluarga nelayan terdampak. Setiap paket berisi beras 5 kg, mi instan, biskuit, minuman kaleng, sarden, susu, susu beruang, serta perlengkapan bayi seperti popok. 

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada ketua kelompok nelayan sebelum dibagikan kepada anggota.

Son Efendi, salah seorang nelayan Pasia Nan Tigo, mengaku bantuan tersebut sangat berarti karena mereka sudah hampir dua pekan tidak melaut. Ia juga menyoroti perubahan kondisi laut pascabanjir, di mana kayu besar berserakan hingga ke tengah laut.

“Perahu bisa pecah jika menabrak kayu-kayu itu. Kami tidak berani melaut,” kata Son. Ia berharap pemerintah segera membersihkan pantai dan perairan agar aktivitas melaut dapat kembali normal, karena keterlambatan pembersihan dapat memperburuk kondisi ekonomi nelayan.

Gubernur Mahyeldi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, dalam kunjungan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update