Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Setelah beberapa waktu terisolasi akibat banjir bandang yang merusak akses vital, ratusan warga Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai, kini dapat kembali beraktivitas dengan normal berkat selesainya pembangunan jembatan darurat.
Jembatan ini menjadi penghubung utama bagi masyarakat yang tinggal di dua nagari tersebut, sehingga kehadirannya sangat krusial bagi mobilitas sehari-hari warga.
Bencana yang melanda beberapa waktu lalu membuat jalan utama dan jembatan lama hancur total. Dampaknya, warga mengalami keterbatasan akses ke pusat pendidikan, kesehatan, dan pasar, bahkan sempat terputus dari dunia luar. Keadaan ini memaksa masyarakat untuk menempuh jalur memutar yang jauh dan berisiko, sehingga keberadaan jembatan darurat menjadi sangat dinantikan.
Pembangunan jembatan darurat ini difasilitasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Perumda Tirta Anai. Meskipun bersifat sementara, konstruksi jembatan sudah cukup kokoh untuk dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga memungkinkan aktivitas sosial dan ekonomi warga kembali berjalan.
Kasi Pemerintahan Kecamatan Batang Anai, Fitrizal, menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini sangat membantu memperlancar mobilitas warga. Ia menekankan bahwa sejak banjir, ratusan warga sempat mengalami kesulitan besar dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
“Akses ratusan warga sempat terputus total. Alhamdulillah, berkat jembatan darurat ini, warga tidak lagi terisolasi dan kini bisa melintas dengan aman,” ujarnya, Rabu (17/12).
Direktur Utama Perumda Tirta Anai, Aznil Mardin, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moril perusahaan terhadap bencana yang menimpa masyarakat Padang Pariaman.
Ia menambahkan, aksi sosial ini dilakukan di tengah kondisi internal perusahaan yang juga terdampak parah. Sekitar 80 persen infrastruktur PDAM rusak diterjang banjir, sehingga perbaikan internal menjadi tantangan tersendiri.
“Meski kami juga terdampak besar dan sedang bekerja keras memperbaiki saluran air ke rumah-rumah warga, kepedulian terhadap akses masyarakat tetap menjadi prioritas kami. Kami berharap jembatan ini bisa menjadi solusi sementara hingga perbaikan permanen dapat dilakukan,” ujar Aznil.
Pemerintah setempat juga memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya ini. Walikorong menekankan bahwa jembatan tersebut bukan hanya jalur evakuasi utama, tetapi juga urat nadi ekonomi bagi ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Dengan selesainya jembatan darurat, distribusi logistik, transportasi harian, dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan lancar.
Selain itu, masyarakat setempat berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera terealisasi agar risiko terisolasi akibat bencana alam dapat diminimalkan di masa mendatang.
Kehadiran jembatan darurat ini tidak hanya memulihkan akses, tetapi juga memberikan rasa aman dan optimisme bagi warga untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari serta mendukung pemulihan perekonomian lokal yang sempat terganggu.(da*)


