Notification

×

Iklan

ISPA dan Penyakit Kulit Meningkat di Pengungsian Padang

Jumat, 05 Desember 2025 | 13:16 WIB Last Updated 2025-12-05T06:16:00Z

Warga antrean menunggu air bersih

Padang, Rakyatterkini.com – Dinas Kesehatan Kota Padang intens melakukan pemantauan ke berbagai posko bencana di wilayah terdampak banjir bandang. Hasil kunjungan menunjukkan adanya peningkatan kasus penyakit di kalangan korban.

“Kami melakukan kunjungan ke lapangan setiap hari, dan penyakit yang paling banyak muncul adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Padang, dr. Srikurnia Yati, Kamis (4/12/2025).

Menurut dr. Srikurnia, peningkatan kasus ISPA dipicu oleh cuaca ekstrem serta menurunnya daya tahan tubuh, khususnya pada warga yang terdampak banjir. “Debu dari lumpur yang mengering juga menjadi salah satu faktor penyebabnya,” tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran ISPA, Dinas Kesehatan terus memberikan edukasi kesehatan kepada warga. Setiap kali berkunjung ke lokasi terdampak, petugas mengingatkan pentingnya mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup.

“Di pengungsian, warga memang mendapatkan air mineral kemasan. Meski kualitasnya baik dan aman dikonsumsi, jumlah yang diminum masih terbatas,” jelas dr. Srikurnia.

Dia menekankan, tubuh memerlukan minimal dua liter air per hari. Namun, keterbatasan fasilitas di pengungsian membuat warga harus menjaga pola hidup seimbang, cukup istirahat, dan mengonsumsi buah serta sayuran. “Kelelahan bisa memicu berbagai penyakit. Selain itu, gunakan masker karena debu di lokasi bencana cukup banyak,” imbuhnya.

Dinas Kesehatan juga telah membagikan masker kepada warga terdampak dan mengimbau agar penggunaannya terus dilakukan.

Selain ISPA, penyakit kulit juga tercatat meningkat di Kota Padang. Sebelum banjir, warga umumnya menggunakan air bersih dari PDAM. Namun setelah bencana, pasokan air PDAM terhenti, sehingga warga menggunakan air sumur atau sumber lain yang cenderung keruh, berpotensi menimbulkan penyakit kulit.

“Kami terus mengedukasi warga agar menyaring air sebelum digunakan untuk mencegah penyakit kulit. Semoga pasokan air PDAM segera kembali normal,” harap dr. Srikurnia.

Hingga saat ini, lebih dari 14.000 warga masih berada di posko dan tempat pengungsian. Daerah yang paling parah terdampak banjir antara lain Tabiang Banda Gadang dan Gurun Laweh, di mana rumah-rumah terendam lumpur hingga hampir dua meter dan pasokan air terputus. Daerah lain yang juga terdampak berat termasuk Batu Busuak, Guo, dan Lubuk Minturun.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update