![]() |
| Petani panen cabai di Pesisir Selatan. |
Painan, Rakyatterkini.com - Harga cabai di Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tembus harga Rp100.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai dipicu banjir yang menerpa Sumatera Barat akhir-akhir ini. Minggu (14/12/2025) terpantau di Pasar Surantih harga cabai sudah menyentuh harga Rp100.000 dan Rp90 Ribu.
Dana (54), pedagang cabai dari Panyubangan menyebutkan, cabai merah keriting asal Kerinci dijual Rp 100.000 pada hari Minggu di Pasar Surantih. Sementara cabai lokal dijualnya seharga Rp90.000 per kilogram, sementara cabai jawa dijual Rp75.000 perkilogramnya.
Dana menyebutkan terjadinya kenaikan harga cabai akibat sedikitnya produksi cabai lokal. Ia mengaku bahkan harus mondar-mandir di sejumlah kecamatan untuk mendapatkan cabai dari petani.
Petani yang mengusahakan bertanam cabai dalam jumlah terbatas hanya terdapat di Bayang Utara, Bayang, Tarusan Batang Kapas, Lengayang dan di kawasan Ranah Pesisir namun rata-rata sudah rusak akibat banjir.
Saat ini sedang penghujung musim tanam kedua untuk tahun 2025. Rata-rata petani mengusahakan tanam padi di lahan mereka, dengan demikian cabai produksinya sedikit. Sementara penyebab lain adalah sedikitnya pasokan cabai dari Jawa ke Pesisir Selatan.
Meski cabai jenis ini kurang digemari, namun akibat cabai lokal kurang, maka cabai asal Jawa juga mengalami kenaikan akibat permintaan banyak," katanya.
Ditambahkannya, penyebab lain mahalnya harga cabai adalah terbatasnya pasokan cabai asal Kerinci dan Sungai Penuh. Biasanya menurut Iprianto, setiap hari pasar, paginya cabai asal Kerinci telah sampai di pasar dalam jumlah banyak.
Tapi kini, setiap pagi cabai asal Kerinci dan sekitarnya hanya tiba beberapa karung saja, akibatnya pedagangpun kadang berebutan mendapatkan cabai untuk dijual.
Cabai yang saya jual kadang hanya bertahan hingga pukul 12.00 WIB. Padahal biasanya, saya harus menggelar dagangan hingga sore, namun kini harus pulang cepat akibat barang dagangan sedikit," katanya.
Tini (40) ibu rumah Tangga di Surantih, ketika dikonfirmasi soal harga cabai di Surantih menyebutkan, ia harus mengurangi jumlah cabai semenjak harga cabai naik.
"Biasanya saya setiap hari balai membeli cabai sebanyak satu kilogram untuk stok satu minggu, namun kini harus mengurangi setengahnya," kata Tini. (baron)


