Notification

×

Iklan

Empat Jorong di Pagadih Terisolasi Akibat Longsor

Jumat, 12 Desember 2025 | 04:15 WIB Last Updated 2025-12-11T21:15:00Z

Tujuh Titik Longsor Tutup Jalan Provinsi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Empat jorong di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih terisolasi akibat longsor yang menutup jalan provinsi penghubung Agam–Limapuluh Kota.

Anggota DPRD Agam, Syafril, menyampaikan pada Rabu (11/12) bahwa jorong yang terdampak adalah Pagadih Mudiak, Tigo Kampung, Pagadih Hilia, dan Banio Baririk. Sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 warga kini kesulitan mengakses transportasi.

“Bencana ini disebabkan tujuh titik longsor yang menimbun badan jalan, disertai beberapa ruas jalan yang terban setelah hujan deras akhir November 2025. Longsor tersebut panjangnya mencapai 50–100 meter dengan ketinggian 2–4 meter, sehingga lalu lintas terhenti total,” jelas Syafril, yang juga merupakan tokoh adat setempat.

Hingga kini, kendaraan roda dua hanya bisa sampai di posko Pagadih Mudiak dengan kondisi jalan yang licin dan berbahaya. Untuk mengantarkan logistik ke Jorong Tigo Kampung, Pagadih Hilia, dan Banio Baririk, warga harus membawa bantuan dengan berjalan kaki sejauh 2–4 kilometer.

Sebelumnya, sepanjang jalan provinsi dari Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, hingga perbatasan Limapuluh Kota tercatat 30 titik longsor. Pemerintah Kabupaten Agam telah menurunkan tiga unit alat berat, namun masih terdapat tujuh titik yang belum tertangani, sementara curah hujan tinggi menyebabkan material longsor kembali menutupi jalan.

Akibatnya, kendaraan roda empat belum bisa menjangkau posko tanggap darurat maupun Kantor Wali Nagari Pagadih. Pemerintah nagari telah mengirimkan surat ke pemerintah kabupaten dan provinsi agar pembersihan material dapat dipercepat.

“Untuk aliran listrik dan jaringan internet, saat ini sudah menyala di Pagadih. Namun di Aia Kujang, Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh, masih terdapat 34 kepala keluarga atau sekitar 100 orang yang terisolasi,” tambah Syafril.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon, menyatakan bahwa tiga unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi, tetapi pekerjaan terhambat hujan deras. Pihaknya berencana menambah dua alat berat lagi agar proses pembersihan lebih cepat.

“Kami menargetkan dalam tiga hari ke depan material longsor dapat dibersihkan, sehingga akses transportasi kembali normal dan wilayah ini tidak lagi terisolasi,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update