Notification

×

Iklan

Distribusi LPG Tetap Berjalan Meski Banjir dan Longsor

Senin, 01 Desember 2025 | 03:42 WIB Last Updated 2025-11-30T20:42:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah akses jalan terganggu akibat genangan dan longsor. Kondisi ini turut berdampak pada kelancaran distribusi energi di wilayah terdampak.

Pertamina mencatat terdapat 71 Stasiun Pengisian Bulk LPG (SPBE) dan 556 agen LPG di tiga provinsi tersebut yang terpengaruh bencana. Dari jumlah itu, 54 SPBE masih dapat beroperasi dan mempertahankan layanan bagi masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga pasokan energi, terutama LPG, bagi warga di wilayah yang terkena dampak.

“Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Group terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan serta memastikan suplai energi tetap tersedia. Di tengah tantangan ini, kami berupaya agar distribusi LPG tetap berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).

Salah satu SPBE yang masih beroperasi dengan lancar adalah SPBE Gunungsitoli. Dari lokasi tersebut, lebih dari 12 ribu tabung LPG 3 kilogram telah disalurkan ke berbagai daerah di sekitar Nias—mulai dari Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, hingga Nias Induk—pada Sabtu, 29 November 2025. Sehari sebelumnya, Jumat (28/11), penyaluran tercatat mencapai 11.760 tabung.

Sebanyak 565 agen LPG di wilayah terdampak juga masih aktif melayani masyarakat, terdiri dari 39 agen di Aceh, 368 agen di Sumatera Utara, dan 149 agen di Sumatera Barat.

Tantangan di Lapangan

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam pendistribusian LPG.

Ia menjelaskan beberapa hambatan yang dihadapi, seperti jalan nasional dan provinsi yang terputus di sejumlah titik penting, longsor aktif yang menghambat pergerakan mobil tangki, banjir yang masih menutup jalur lintas timur dan barat, hingga jembatan yang mengalami penurunan struktur sehingga hanya bisa dilewati kendaraan kecil.

Fahrougi menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi terus ditingkatkan untuk menjaga suplai energi tetap berjalan.

“Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk mempercepat pembukaan akses. Pemantauan 24 jam oleh Satgas juga dilakukan untuk memastikan titik-titik kritis tetap terlayani,” ujarnya.

Pertamina turut mempercepat mobilisasi armada, mengalihkan suplai dari terminal yang aman, serta memperkuat dukungan logistik di lapangan guna memastikan kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi selama masa darurat.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait pasokan LPG dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau kanal resmi media sosial Pertamina.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update